Bupati Ajak Warga Jaga Ekosistem Sungai

7350548c44b3e405376a31b091edf74e95303e3 Bupati Ajak Warga Jaga Ekosistem Sungai
Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu, menyaksikan warga yang menjala di lubuk larangan Batang Selai, belum lama ini.

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Syahrul Pasaribu, mengajak seluruh warga untuk menjaga ekosistem di lubuk larangan. Tujuannya, agar pengembangbiakan ikan sungai bisa berjalan dengan baik.

“Selain mendapat income dengan lubuk larangan, ekosistem dan lingkungan juga dapat terjaga keasriannya,” ujar Bupati saat menghadiri pembukaan lubuk larangan di Sungai Batang Selai di Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, Minggu (26/12) lalu. Melalui lubuk larangan, sambung Syahrul, semua pihak juga diminta ikut menggalakkan pelestarian lingkungan sekitar. “Langkah positif yang dilakukan masyarakat harus kita dukung bersama,” tutur Bupati. Kepala Desa Pardomuan, Borton Pasaribu, mengatakan, kegiatan membuka lubuk larangan tersebut biasa dilaksanakan setahun sekali di aliran sungai desa sepanjang 1,5 kilometer. Dan pelaksanaannya setelah melalui musyawarah panitia atau para hatobangon (orang tua adat, red ) setempat.

Borton menambahkan, dana yang terkumpul dari harga karcis sebesar Rp70 ribu per jala bakal disalurkan untuk kepentingan umum, seperti merehabilitasi masjid, perbaikan irigasi dan lainnya. Borton juga menegaskan, menangkap ikan di lubuk larangan, pihaknya melakukan peraturan dua orang untuk satu jala. Kemudian, dilarang menggunakan bom dan racun ikan dalam penangkapan ikan di lubuk larangan. Jenis ikan yang ada dalam lubuk larangan itu rata-rata jenis ikan mera, atau garing dan cencen dan lainnya. Pada kesempatan yang sama, ratusan masyarakat antusias mengikuti pembukaan lubuk larangan tersebut. Selain untuk menyalurkan hobi dan mendapatkan hasil, warga juga menganggap bagian dari refreshing. (neo)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kapolres Tapsel: Wilayah Kita Aman

1 Komentar

  1. setuju pak tp jangan cuma di lubuk larangan, sepanjang sugai batang angkola dan sugai2 lain nya perlu dilestarikan dandijaga ekosistimnya,sebenarnya aku sedihpak melihat sugai2 di tempat kita kotor sekali,lebih sedih lg masih banyak saudara2 ku yang memampaatkan sungai kotor itu buat mandi nyuci dan juga buang hajat.aku selalu bertanya dalam hati pemerintah daerah dimana, dinas kesehatan dan dinas kesehatan lingkungan dimana? apakah mereka buta? saran dari km yang perihatin: dimulai dari larangan keras membuang sampah kesungai,buang hajat sungai, dan di adakan penyuluhan atas sadar lingkungan dan kesehatan lingkungan,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*