Bupati Dinilai Bangun Palas Tanpa Konsep

Salah seorang tokoh pemekaran Kabupaten Palas, Imran Joni Hasibuan menilai Bupati Kabupaten Palas, Basyrah Lubis SH dalam membangun Palas selama 2 tahun kepemimpinannya, terkesan tanpa konsep.

Soalnya Pemkab Palas saat ini belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP) Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Palas ke depannya. “Bagaimana caranya, target pembangunan terarah dan berkembang,”katanya.

Padahal menurut mantan anggota DPRD Kabupaten Kampar 3 periode ini, saat kampanye Bupati Palas, Basyrah Lubis akan dimasukkan dalam RPJPD dan RPJM agar memiliki target dan sasaran pembangunan yang terukur.

Namun kalau tidak ada RPJPD dan RPJM tuturnya, berarti dasar dan payung hukum Bupati dalam membangun Palas tidak memiliki arah yang jelas, sehingga target pencapaian kerja Bupati tidak terukur setiap tahunnya, karena tidak disusunnya program dan strategi pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang daerah.

“Jadi, kalau seperti saat ini apa dasar DPRD nantinya mengevaluasi kinerja Bupati sedangkan RPJPD dan RPJM tidak ada,” ungkap mantan calon Bupati Palas dipemilukada Palas tahun 2008 lalu ini kepada METRO, Jum’at (22/10) kemarin.
Imran menguraikan, proses penetapan RPJPD dan RPJM tersebut adalah sebelumnya visi-misi kepala daerah yang disusun menjadi RPJPD dan RPJM. Setelah selesai disusun, di unjuk konsultan dari Perguruan Tinggi dalam penyusuan RPJPD dan RPJM dan hasilnya hasilnya baru menjadi sebuah Rancangan Perda (Ranperda).

Baca Juga :  Kopi dari Sipirok, Sumber Utama Sejarah Kopi Mandailing

Ranperda ini diajukan ke DPRD untuk dibahas dan diparipurnakan menjadi Perda, setelah ditetapkan Perdanya barulah disusun kembali Rencana Strategis (Rentra) pembangunan ke depannya.

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Bupati_Dinilai_Bangun_Palas_Tanpa_Konsep_

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. RPJP merupakan kepanjangan dari rencana pembangunan jangka panjang bukan jangka pendek.
    silahkan lihat kembali didalam UU no 32 tahun 2004tentang PEMDA tidak ada disebutkan Jangka pendek.atau lihat di UU No 25 tahun 2004 tentang sistem Perencanaan pembangunan nasional, dan juga PP no 8 tahun 2008.
    didalam UU no 32 tahun 2004 disebutkan RPJPD dan RPJMD ditetapkan dengan PERDA.

  2. MAAF sblmnya dlm penulisnya mungkin salah atau ucapan IJ Hasibuan yang salah ?? Perlu saya Jelaskan bahwa yg nama nya RPJPD Adalah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah yg lingkupnya 25 thn kedepan JAdi RPJP bukan lingkup jk Pendek,,sedangkan RPJMD adalah Rencana Pembangunan Jangka MEnengah Daerah lingkupnya 5 tahun yang dituangkan dari Visi-Misi Bupati terpilih dan harrus dilengkapi indikator kinerja utk mengukur keberhasilannya, sedangkan utk jangka tahunan merupakan turunan dari RPJMD yang dituangkan dalam RKPD yg kemudian Dibuat Kontak kerja Berupa Penetapan Kinerja (TAPKIN) secara berjenjang mulai dari Kepala SKPD dan perlu di tetapkan juga dengan PERBUP tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Daerah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*