Bupati Karo: Letusan Sinabung Bukan Peristiwa Luar Biasa

Gubsu, H Syamsul Arifin memberikan arahan usai mendengar laporan dari Bupati Tanah Karo, DD Sinulingga di Rumah Dinas Bupati, Selasa (31/8).

Bupati Karo DD Sinulingga menegaskan, meletusnya Gunung Sinabung bukan peristiwa luar biasa, melainkan peristiwa yang tidak biasa bagi masyarakat Karo.  “Kejadian meletusnya Gunung Sinabung merupakan kejadian yang tidak biasa dialami bagi masyarakat Karo, jadi bukan kejadian yang luar biasa,” kata DD Sinulingga di hadapan Gubsu H Syamsul Arifin SE, Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers, Ketua DPRD Sumut Drs Saleh Bangun, Wakapolda dan rombongan lainnya yang memadati Pendopo Rumah Bupati di Jalan Veteran Kabanjahe, Selasa (31/8).

Bupati menjelaskan, pada peristiwa meletusnya Gunung Sinabung tidak ada yang meninggal dunia dan tidak ada rumah yang hancur. Makanya, dikatakan bukan peristiwa luar biasa. “Pagi ini, masyarakat yang tinggal di luar radius enam kilometer juga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing,” jelas Bupati.

Dia mengakui meski APBD Pemkab Karo soal pengungsi kecil, tapi kebutuhan untuk pengungsi cukup karena begitu banyak perhatian pemerintah pusat, pemerintah provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), DPRD Sumut, DPD RI dan lainnya.

Mendengar penjelasan itu, Gubsu mengaku Pemkab Karo harus terus melakukan koordinasi dan sosialiasi terkait pengungsi sehingga tidak menimbulkan dampak di kemudian hari.  Gubsu yang memiliki pengalaman mengatasi masalah banjir bandang di Bahorok menegaskan, agar jangan sempat ada perbedaan laporan dari desa, kecamatan hingga bupati. “Jangan sempat sehabis bencana menimbulkan malapetaka. Harus ada penanganan yang baik,” katanya.

Selain itu, Gubsu juga minta agar Pemkab Karo memberikan bantuan konsultasi keagamaan dan kejiwaan sehingga masyarakat tidak stres. “Mungkin saja ada yang stres, saya mohon tim keagamaan turun ke posko-posko,” katanya.

Pada pertemuan di pendopo tersebut, sempat mencuat Pangdam I/BB akan menarik pasukan jika tidak diperlukan lagi untuk menangani permasalahan pengungsi akibat bencana meletusnya Gunung Sinabung. Pasalnya, dalam mengolah dapur umum, TNI yang bertugas di posko-posko hanya diberi anggaran Rp5.000 untuk tiga kali masak.

Baca Juga :  Veteran Dan Mantan Pejuang Sumut Kurang Diperhatikan Pemerintah

Hal ini juga ditegaskan salah seorang perwira TNI. “Saya mencoba meluruskan terkait pernyataan panglima, dana Rp5.000 untuk mengelola makanan pengungsi tiga kali sehari tidak mencukupi, mau makan pakai apa dengan dana sebesar itu,” kata perwira TNI tersebut.

Selain itu, Ketua DPRD Kabupaten Karo Siti Aminah br Perangin-angin juga meluapkan kekesalannya kepada bupati Karo. Pasalnya, sejak peristiwa tersebut, DPRD Kabupaten Karo tidak diikutkan dalam penanganan pengungsi. Akibat masalah ini, usai pertemuan Bupati Karo DD Sinulingga langsung menggelar pertemuan dengan para pejabat eselon II dan stafnya di Pendopo Bupati.

Sebelumnya, pukul 08.00 WIB, rombongan Gubsu H Syamsul Arifin didampingi Kadis Kesejahteraan Sosial Drs Syaiful Syafri MM, Kadis Kesehatan dr Candra Syafei SpOG meninjau Desa Sukanalu yang berada di kaki Gunung Sinabung.  Dalam kunjungan itu, Gubsu sempat meninjau tempat tim pengamatan gunung api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Nasional di Desa Sukanalu.

Bantuan Terus Mengalir

Memasuki hari ketiga pascameletusnya Gunung Sinabung, sejumlah bantuan terus mengalir baik dalam skala kecil maupun skala besar. Bantuan ada yang diserahkan langsung kepada Bupati, ada juga yang diserahkan ke posko-posko. Sejumlah bantuan yang terlihat dari Bank Artha Graha, Pertamina dan elemen masyarakat lainnya. Selain itu, sejumlah relawan dari mancanegara juga hadir. Mereka memasang tenda di halaman kantor Dinas Pertanian yang bersebelahan dengan Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Sementara ditemukan sebanyak 31 warga, korban pengungsi menjalani opname. Saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSU Kabanjahe, akibat menderita berbagai jenis penyakit. Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Kabupaten Karo dr Diana br Ginting kepada wartawan di posko utama rumah dinas Bupati Karo, Selasa (31/8) petang.

Menurutnya, pada umumnya para pengungsi di 20 posko pengungsi yang tersebar di kota Kabanjahe, Kecamatan Berastagi, Tigabinanga, Payung, Munte, Kutabuluh dan tempat lainnya, menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 1.144 penderita, menyusul enxietas 725 penderita, gastritis 539 penderita, conjungtivitas 282 penderita, hipertensi 93 penderita dan menderita diare 24 orang dengan jumlah total 2.807 penderita.

Baca Juga :  Gunung Sinabung Sedang Menghimpun Energi

Disinggung apakah gas dan semburan yang keluar dari letusan Gunung Sinabung apakah mengandung racun, Diana Ginting mengatakan berdasarkan laporan dari Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan  (BTKL) Pemberantasan Penyakit Menular Medan, Anshari SKM dari hasil pemeriksaan kualitas udara ambien akibat bencana Gunung Sinabung tidak mengandung racun terhadap kesehatan dan tidak berbahaya.

Berdasarkan laporan yang diterima dari BTKL Medan, tambahnya, kualitas udara ambien akibat bencana telah diambil samplingnya terdekat di kaki Gunung Sinabung, sejak dua hari, Minggu (29/8) dan Senin (30/8) masing-masing di Kantor Camat Naman Teran, Desa Suka Nalu dan Kantor Camat Kabanjahe. Dikatakan, pada umumnya kualitas udara akibat letusan Gunung Sinabung masih jauh di bawah Nilai Ambang Batas normal, walaupun begitu perlu diwaspadai penyakit ISPA akibat sebaran partikel debu padi hari pertama letusan gunung termasuk penyakit-penyakit lain seperti diare, kulit dan lain-lain.

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=67448:bupati-karo-letusan-sinabung-bukan-peristiwa-luar-biasa&catid=3:nasional&Itemid=128

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*