Bupati Madina Bantu 10 Desa Terkena Banjir Bandang

(Analisa/sarman a nasution) Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Hidayat Batubara SE memberikan bantuan secara simbolis kepada sejumlah kepala desa sebagai perwakilan warga yang terkena banjir di Desa Pagaran Tongan, Minggu (4/3).

Panyabungan, (Analisa). Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Hidayat Batubara SE, bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Madina memberikan bantuan kepada 10 desa yang terkena banjir bandang, Minggu (4/3).

Sepuluh desa yang mendapat bantuan antara lain, Manyabar, Manyabar Jae, Gunung Manaon, Pagaran Tonga, Saba Jambu, Sopo Batu, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga dan Lumban Pasir Kecamatan Panyabungan.

Selain melakukan peninjauan kondisi pemukiman yang terkena banjir, juga melihat kondisi kesehatan masyarakat yang sudah seminggu mengalami musibah ini.

“Penyebab banjir disimpulkan dari hasil investigasi sejumlah pihak yang telah diberikan wewenang adalah ulah para orangtua terdahulu yang merambah hutan di hulu sungai, dan saat ini juga ada pembukaan lahan dihulu sungai yang dilakukan warga Sopo Batu berjumlah ratusan hektare,” sebutnya.

Hidayat mengatakan, warga saat ini harus sadar akan ulah yang telah membuat kerugian, sehingga dengan kesadaran tersebut warga tidak lagi membuka lahan secara besar-besaran dihulu sungai.

“Tuhan murka kepada kita karena masih sayang, sebab hal ini merupakan nasehat yang harus dilakukan instropeksi diri terhadap apa yang dilakukan selama ini.

Saya turut belasungka yang mendalam terhadap warga yang terkena musibah banjir, bantuan yang diberikan kiranya bermanfaat,” sebutnya.

Tokoh masyarakat Pagaran Tonga, Ali Aman Nasution mengatakan, sejumlah bantuan yang tidak bisa disebutkan satu persatu, baik dari instusi pemerintah, swasta, mahasiswa, partai dan sejumlah elemen lainnya, diucapkan terimakasih. (man)

Baca Juga :  Seorang Tewas Akibat Banjir di Mandailing Natal Sumut

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*