Bupati Madina Ditenggat Tiga Hari Untuk Cabut IUP OTP Geothermal – Massa Pecahkan Kaca Kantor Bupati

Seribuan masyarakat Lereng Gunung Sorik Marapi membanjiri Perkantoran Bupati Madina, mereka mendesak Bupati mencabut IUP OTP Geothermal. Dalam aksi tersebut, massa yang sempat emosi karena bupati tak hadir, memecahkan kaca perkantoran. (Ridwan)

MADINA – Seribuan masyarakat dari lima kecamatan mendatangi Kantor Bupati Mandailing Natal, Rabu (12/11). Kedatangan mereka atas permintaan Bupati Dahlan Hasan Nasution untuk membahas permasalahan perusahaan tambang panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) atau OTP Geothermal. Namun, bupati justru tak datang. Massa yang sempat emosi melampiaskannya dengan memecahkan kaca.

Massa tiba di kantor bupati sekitar pukul 11.00 WIB dengan armada delapan unit mobil pick up dan truk, belasan unit mobil angkutan desa serta seratusan unit sepeda motor. Sebelumnya pada hari Selasa kemarin, lima ratusan orang dari lima kecamatan itu juga sudah melakukan aksi blokir jalan di Desa Purba Lamo.

Pantauan Metro Tabagsel, seribuan masyarakat dari lima kecamatan yaitu Kecamatan Lembah Sorik Merapi, Puncak Sorik Merapi, Panyabungan Selatan, Panyabungan Barat, dan Tambangan. Bukan hanya pemuda dan tokoh masyarakat saja yang datang untuk menemui bupati, tetapi anak gadis, ibu-ibu bahkan anak-anak sekolah juga tak mau ketinggalan. Tujuan mereka hanya satu, yaitu mendesak Bupati Madina mencabut IUP perusahaan OTP Geothermal yang belum lama ini telah mati, lalu dihidupkan kembali.

Alasan masyarakat meminta perusahaan itu hengkang dan meninggalkan bumi Gordang Sambilan, adalah efek dan dampak yang muncul jika perusahaan itu produksi nantinya. Sebab masyarakat yakin perusahaan ini akan membawa bencana besar bagi masyarakat.

Ada sekitar tiga jam masyarakat menduduki halaman kantor Bupati Madina, mereka dikawal petugas keamanan dari Kepolisian dan Satpol PP.

Dalam orasinya, mereka meneriakkan bahwa OTP Geothermal adalah perusahaan yang tidak patuh undang-undang, dan selama berkegiatan di Madina sudah banyak meresahkan masyarakat.

Hal itu disebutkan salah seorang koordinator Forum Masyarakat Soriek Marapie, Tan Husein Nasution. Menurut Husein, tidak ada tempat OTP Geothermal di Bumi Gordang Sambilan karena sama sekali hanya menyengsarakan dan membawa bencana besar bagi seluruh masyarakat Madina. Disebutkan Husein, masyarakat lima kecamatan sudah lama menolak keberadaan OTP Geothermal, namun selama ini tidak pernah ditanggapi baik dari perusahaan maupun pemerintah.

“Karena itulah, masyarakat tidak bisa lagi menahan diri atas keberadaan perusahaan ini, kami melihat perusahaan ini membawa petaka bagi kami yang bermukim di lereng gunung sorik marapi, kami sangat menyesalkan selama ini aksi penolakan kami tidak pernah diresfon, namun sekarang kesabaran masyarakat sudah pada titik akhir, dan kami sudah menyatakan diri menolak OTP Geothermal sampai darah penghabisan, karena itu adalah harga mati bagi kami, kami tidak ingin ketika terjadi bencana besar, semua masyarakat akan menjadi korban,” teriak Tan Husein.

Baca Juga :  Demo, Mahasiswa Bawa Sayur & Telur

Penegasan yang sama juga disampaikan tokoh masyarakat, Herman Nasution. Menurutnya, penolakan ini murni dari keinginan seluruh masyarakat yang menolak OTP Geothermal, karena hanya akan membawa bencana nantinya.

“Aksi ini untuk menyelamatkan generasi muda kita nantinya, menyelamatkan nyawa masyarakat. Kami sudah cukup sabar selama ini melakukan penolakan tetapi sama sekali tidak digubris. Hari ini, kami meminta Bupati Madina supaya segera mencabut kembali izin perusahaan OTP Geothermal, dan sampai kapanpun kami akan siap melawan perusahaan itu, ini adalah tanah air kita, tanah tumpah darah masyarakat,” ujar Herman.

Setelah berorasi selama beberapa jam, namun yang mereka tunggu (Bupati) tak datang-datang. “Pak Bupati sudah tahu kami datang ke sini, karena sudah dikabari Selasa kemarin. Beliau sendiri yang mengiyakan kedatangan kami, toh sampai sekarang beliau tidak hadir. Kami tidak tahu apa maksud dia membuat kami seperti ini,” kesal Tan Husein.

Sebelumnya, aksi unjukrasa masyarakat lima kecamatan di Lereng Gunung Sorik Marapi ke kantor Bupati Madina sempat ricuh. Masyarakat hilang kesabaran karena beberapa jam menunggu, Bupati tak kunjung datang menemui mereka. Sejumlah masyarakat melempari kaca perkantoran, tidak ada korban luka dalam insiden itu.

Salah seorang koordinator Tan Gozali Nasution bersama beberapa orang perwakilan menerima audensi di ruang Sekda M Yusuf Nasution. Ada sekitar 15 menit pertemuan di ruangan Sekda berlangsung dan didalamnya ada Kapolres Madina AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto, Kasat Intelkam AKP Gunawan Pane, Sekda didampingi para asisten juga Kepala Dinas Pertambangan Arfan H Siregar.

Usai pertemuan itu, Tan Gozali bersama koordinator lainnya seperti Tan Husein dan Herman mengajak Sekda M Yusuf menjelaskan kepada Seribuan masyarakat yang menunggu di halaman kantor Bupati Madina, mereka meminta Sekda menjelaskan keberadaan Bupati Dahlan Hasan Nasution.

Baca Juga :  PSSI Halangi FIFA Datangi Kongres

Sekda M Yusuf Nasution menyampaikan bahwa Bupati Dahlan Hasan memohon maaf kepada seluruh masyarakat karena tidak bisa menemui mereka, alasannya adalah karena Bupati sedang dalam kondisi sakit.

“Pak Bupati sedang sakit, dia menyampaikan permohonan maaf kepada kita semua karena tidak bisa hadir bersama masyarakat disini, mengenai tuntutan masyarakat, kami akan menyampaikan dan menjelaskan kepada beliau,” ujar Yusuf Nasution didampingi Kadis Pertambangan Arfan Siregar.

Mendengar penjelasan itu, Tan Husein dan Herman menegaskan kepada Sekda dan Kadis Pertambangan, bahwa masyarakat lima Kecamatan akan terus mendesak Bupati agar mencabut izin dan menghentikan semua kegiatan OTP Geothermal.

“Kita semua sudah mendengar alasan kenapa pak Bupati tidak hadir menemui kita karena dia sedang sakit. Jika dia benar-benar sakit kita berdoa supaya disembuhkan Tuhan penyakitnya, tapi jika dia berbohong, kita semua doakan semoga dia benar-benar diberikan Tuhan penyakit. Karena itu, kami meminta pak Sekda dan Kadis pertambangan, sampaikan ke pak Bupati kami akan berikan waktu selama tiga hari mencabut IUP OTP Geothermal, jika dalam waktu tiga hari tidak dicabut kami akan datang menagihnya, penolakan OTP Geothermal harga mati,” ujar Tan Husein dan Herman.

Setelah ditemui Sekda dan Kadis Pertambangan dan pejabat Pemkab Lainnya, masyarakat menyerahkan berkas pelanggaran perusahaan, dan surat tuntutan masyarakat supaya Pemkab Madina mencabut izin perusahaan dan agar secepatnya OTP Geothermal hengkang. Akhirnya massya membubarkan diri. (wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*