Bupati Madina Minta PT.Pusri Tindak Kios Pengecer yang Tambah Biaya

Panyabungan, (www.analisadaily.com)

Bupati Mandailing Natal Amru daulay SH meminta agar pihak PT.PUSRI selaku produsen untuk menindak tegas para pengecer pupuk yang resmi yang melakukan penambahan biaya diluar kesepakatan dengan kelompok tani guna pengamanan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Mandailing Natal.

Demikian dikatakan oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan Madina Taufik Zulhandra Ritonga, SP.MM, Senin (15/2).

“Permintaan Bupati tersebut disampaikannya pada saat Sosialisasi pengadaan,pemanfaatan dan pendistribusian pupuk bersubsidi beberapa waktu yang lalu,dan juga bupati berharap agar komisi pengawasan pupuk dan pestisida untuk lebih meningkatkan perannya teurtama berbagai permasalahan termasuk penyimpangan dalam pengadaan pendistribusian pupuk,”kata Taufik.

Dikatakannya,dalam mempercepat pengalokasi pupuk dan penebusan pupuk bersubsidi pada setiap kecamatan Bupati Madina telah menerbitkan SK dengan Nomor 521.1/038/K/2010 tentang alokasi kebutuhan dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian tahun anggaran 2010 di Kabupaten Madina.

“Dengan keluarnya penetapan dari Bupati Madina sangat diharapkan agar pihak distributor, kios pengecer dan petugas lapangan untuk proaktif dalam percepatan penebusannya,” kata Taufik.

Diungkapkannya, setiap stakeholder khususnya distributor dan kios pengecer resmi untuk berkoordinasi dengan pihak kelompok tani dan petugas penyuluh dilapangan sehingga jatah pupuk bersubsidi baik untuk urea dan non urea dapat dinikmati petani di Madina demi terwujudnya peningkatan produksi tanaman pangan dan perkebunan untuk menopang katahanan pangan di Kabupaten Madina.

Baca Juga :  DPR RI Desak Bupati Tapsel Pindahkan Kuburan

“Kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian pada tahun 2010 ini menurut jenis pupuk yakni untuk Urea sebanyak 8.283 ton,SP-36 sebanyak 884 ton,ZA sebanyak 2.204 ton,NPK sebanyak 2.525 ton,Organik sebanyak 1.760 ton,”katanya

Menurutnya biula melihat jatah pupuk yang dialokasikan pada sub sektor tanaman pangan bila dilihat dari luas lahan baku sawah maka alokasinya cukup rendah,”berdasakan hasil Musyawarah pada tingkat Komisi pengawasan pupuk jatah pupuk dari subsektor perkebunan dikurangi sehingga jatah pupuk untuk perkebunan untuk jenis Urea sebesar 1.366 ton sedangkan untuk Subsektor tanaman pangan dan holtikultura menjadi 6.677,” kata taufik.

Sedangkan untuk harga pupuk bersubsidi dijelaskannya berdasarkan peraturan dari Menteri Pertanian Nomor 50/Permentan/SR.130/11/2009 tentang kebutuhan dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian pada anggaran 2010 yakni untuk jenis Urea dengan harga Rp.1.200/Kg, Pupuk SP – 36 harga Rp.1.550,-/Kg,Pupuk ZA dengan harga Rp.1.050,-/Kg,Pupuk NPK Phonska hargaRp.1.750,-/Kg, Pupuk NPK Pelangi harga Rp.1.830,-/Kg,Pupuk NPK kujang harga Rp.1.586,-/Kg,Pupuk Organis harga Rp.500,-/Kg. (sah)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*