Bupati Madina: Pergaulan Bebas Dampak Globalisasi

Bupati Mandailing Natal menyampaikan, pegaulan bebas dewasa ini merupakan dampak dari globalisasi dan mudahnya mengakses beberapa informasi menyebabkan banyak kaula muda (remaja-red) terjebak dalam perilaku free seks (pergaulan bebas). Hal ini telah membuat keresahan bagi para orangtua dan masyarakat.

Demikian disampaikan Bupati Mandailing Natal Ir Aspan Sofian Batubara MM diwakili oleh Asisten IV Zulkarnen Siregar SH, sekaligus membuka acara pendidikan sebaya kesehatan reproduksi, IMS dan HIV dan AIDS.

Lembaga Keterampilan Pemuda Sumatera Utara (LKP-SU) gelar pendidikan sebaya bagi santriwati baru-baru ini. di pondok pesantren Al-Mandili Panyabungan

Remaja hari ini merupakan pemimpin masa depan remaja produktif akan bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Nusa Bangsa dan Agama khususnya Kabupaten Madina yang merupakan serambih Mekkah-nya Sumatera Utara.

Bupati Madina berharap pendidikan sebaya ini bisa menciptakan pola fikir dan pola sikap para remaja khususnya santriwati untuk mampu memilter pengaruh globalisasi dan keterbukaan informasi lebih dini sehingga benar-benar menjadi benteng dan pagar Negeri.

Dalam pembukaan kegiatan ini juga dihadiri oleh Kakan Kemenag yang diwakili Isnaini Burhanuddin Lc, dr Muhammad Faisal Situmorang dari Dinas Kesehatan Mandailing Natal, KNPI Madina dan DPRD Mandailing Natal Hj. Siti Aisyah Nasfa (sebagai nara Sumber).

Mudir Pesantren Almandili KH Abdul Kadir Nasution, Kepala Sekolah Ir Arhamuddin dan para dewan guru Ponpes tersebut yang terlibat langsung dalam kepanitiaan. Adapun peserta sebanyak 200 orang dari santriati pondok pesantren Almandili Panyabungan, dan kegiatan ini berlangsung selama 2 (dua) hari (18-19/11).

Baca Juga :  Retribusi Tor Simarsayang Akan Diambil Alih Satpol PP

Dalam sambutannya ketua LKP Sumut Umar Yusuf Ramadhan Lubis mengatakan, kegiatan ini merupakan program prioritas dari lembaga kami dengan harapan kegiatan ini bisa mengurangi dampak negatif dari free seks ditengah-tengah kaula muda khususnya santriati-santriati di Sumatera Utara.

Pentingnya memberikan pengetahuan kepada santriati-santriati pondok pesantren untuk mengetahui tentang Kesfro dan Infeksi Menular Seksual (IMS. red) dan HIV/AIDS. Kami berupaya semaksimal mungkin menghadirkan pemateri yang relevan dalam kegiatan ini.

Ketua Panitia Pelaksana Khairul Andi Nasution saat dikonfirmasi bahwa pendidikan sebaya dan refroduksi sehat IMS dan HIV/AIDS sukses dilaksanakan atas dukungan dari Pemkab Madina dan Ponpes Almandili serta peran aktif dari seluruh pemateri dan peserta. (man) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*