Bupati Madina, Tanah Ulayat Marga Nasution Dihapus

Panyabungan (Berita):Pt Sorik Mas Mining mengadakan acara Seminar di gedung Madina Sejahtera (27/08) yang lalu bersama 8 LSM di Mandailing Natal ini yakni LSM Laskar Merah Putih Indonesia, LSM Tiopan RI, LSM Peduli Hutan.

Sementara LSM Peduli Hutan mempertanyakkan kepada Humas PT Sorik Mas Mining keberadaan tanah ulayat Kabupaten Mandailing Natal sewaktu acara seminar PT SMM, Humas PT SMM mengatakan bahwa Tanah Ulayat di mandailing Natal ini tidak ada (red Dihapuskan) hal ini di sampaikan oleh  Bupati Mandailing Natal H Hidayat Batubara, SE dan Sekda Madina Daud Batubara juga ikut mengatakan kepada Jebri  bahwa tanah Ulayat Marga Nasution tidak ada di Mandailing Natal ini. Kata Jebri

Sementara masyarakat Kabupaten Mandailing Natal telah meminta ganti rugi Kepada PT Sorik Mas Mining sebesar 5 Milliar karena Raja Nasution Panyabungan Tonga menghibahkan tanah ulayat kepada Raja Pamusuk tangga bosi singga PT SMM telah memakai Tanah Ulayat  marga Nasution di desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Madina.

Sekrtetaris Pemuda Pancasi 1959 Darlin Daulay menjelaskan keberadaaan tanah marga Nasution di Mandailing natal ini, Orang-orang Mandailing bermarga Nasution meyakini mereka adalah keturunan Si Baroar yang pada masa bayinya ditemukan di tengah hutan oleh Sutan Pulungan raja dari Huta Bargot di Mandailing Godang. Versi lain mengatakan bahwa “Nasution yang pertama kiranya adalah putera dari Raja Iskandar Muda dari Pagar Ruyong (pusat dari kerjaan Minangkabau kuno), yang pada gilirannya adalah cucu dari Sultan Iskandar, nama bagi Alexander de Grote (the Great) dalam cerita-cerita Indonesia.

Baca Juga :  Calon Ketum PSSI Minim Orang Reformis

Dalam perjalanan menjelajahi pulau Sumatra, Iskandar Muda sampai berhubungan dengan seorang gadis bunian, yang melahirkan seorang anak lelaki untuknya.” Anak tersebutlah kemudiannya ditemukan Sutan Pulungan di tengah hutan sedang ia berburu. Kisah tentang Si Baroar sangat meyakinkan bagi masyarakat Mandailing karena sekitar pertengahan abad yang lalu kisah tersebut telah dituliskan oleh Willem Iskander (1840-1876) dalam buku karangannya berjudul Si Bulus-Bulus Si Rumpuk-Rumpuk. Buku tersebut yang ditulis dalam bahasa Mandailing dipakai untuk bacaan di sekolah-sekolah sampai pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Lanjut Darlin” saya mengkesalkan atas perkataan dan penyampaian yang di lakukan oleh Bupati Mandailing Natal H Hidayat Batubara, SE dan Sekretaris Daerah kepada Humas PT SMM Jebri bahwa tanah ulayat di mandailing Natal ini di hapuskan, saya mengharapkan kepada Bupati madina jangan anggap ulayat tanah marga di mandailing natal ini tidak ada kalau hanya untuk mengambil keuntungan sendiri, Ungkap Darlin

Sementara wartawan mengkonfirmasikan Humas PT SMM Jebri atas hal yang di sampai Bupati Mandailing Natal H Hidayat Batubara, dan Sekda Madina Daud batubara, telah menyampaikan bahwa tanah ulayat di mandailing natal ini tidak ada.

Beberapa masyarakat mengatakan bahwa PT Sorik Mas Mining biang kerok untuk Mandailing Natal, contoh hutan di mandailing Natal sudah mulai rusak akibat operasi yang telah di lakukan oleh PT SMM di beberapa bukit di madina ini dan PT SMM juga telah oprak aprik marga di Mandailing Natal ini.

Baca Juga :  Polres Tapsel Peroleh Bantuan 2 Unit Kendaraan Opsnal

Kami mengharapkan kepada pihak yang berwajib agar usir PT SMM dari Bumi gordang Sembilan ini sebelum PT Sorik Mas Mining menghancurkan mandailing Natal ini kedepannya. (Mag)

Sumber: beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*