Bupati Padang Lawas Gagal Berantas Kemiskinan

Illustrasi

Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Padang Lawas (Palas), Hosni Mubarok Nasution, meminta Bupati Palas, Basyrah Lubis SH untuk memberantas kemiskinan di Palas, karena jumlah keluarga fakir miskin di daerah itu banyak ditemukan. “Masyarakat sudah paham dengan program pembangunan, namun  bagi masyarakat saat ini adalah peningkatan kesejahteraan masayarakat dengan usaha ekonomi kerakyatan, bukan dengan program seremoni belaka,” terang Hosni kepada METRO, Kamis (13/1).

Hosni menambahkan, bupati juga harus sering turun ketengah-tengah masyarakat dalam meninjau ekonomi masyarakat serta apa yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya, bukan dengan mengandalkan program yang sifatnya seremoni saja. Salah satu fenomena sosial yang dipandang perlu penanganan segera dan menjadi agenda adalah kemiskinan, pengangguran, dan pengucilan sosial yang ada di setiap daerah.

Jumlah fakir miskin di Palas mencapai 3.000-an ini.  Kategori fakir miskin itu adalah orang yang makannya hidup sehari cari sehari. “Secara sosial dan agama, fakir miskin ini adalah klas sosial terendah, sehingga dalam agama Islam, fakir miskin adalah penerima zakat yang mustahak (yang berhak, red),” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Palas, Mukhlis Daulay SH menyebutkan, berdasarkan data dari Kantor Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan yang diangkat Dirjen Sosial  di setiap kecamatan selama tahun 2010, Kabupaten Palas memiliki 3.692 jiwa keluarga fakir miskin dari 200 ribu jiwa penduduk yang terletak di 9 kecamatan se-Palas.

Baca Juga :  PAD KABUPATEN TAPSEL BOBOL: PT. OPM/ANJ AGRI NUNGGAK 14 M RETRIBUSI GALIAN-C

Rinciannya, di Kecamatan Ulu Barumun terdapat sebanyak 499 jiwa, Sosopan 237 jiwa, Lubuk Barumun 235 jiwa, Hutaraja Tinggi 585 jiwa, Huristak 179 jiwa, Batang Lobu Sutam 347 jiwa, Barumun 1119 jiwa, Sosa 59 jiwa dan Barteng 432 jiwa.  Ada 22 jenis penyandang sosial yakni dengan rincian balita terlantar di Palas 26 orang, anak terlantar sebanyak 118 orang, anak nakal sebanyak 2 orang, anak jalanan sebanyak 10 orang, wanita rawan sosial ekonomi sebanyak 434 orang, korban tindakan kekerasan sebanyak 1 orang, lanjut usia terlantar sebanyak 2.064 orang, penyandang cacat sebanyak 1.186 orang, tuna susila sebanyak 15 orang, pengemis sebanyak 19 orang, gelandangan 15 orang, bekas narapidana sebanyak 50 orang serta korban penyalahgunaan Napza sebanyak 12 orang.

Mukhlis menerangkan, dari 3.692 jiwa keluarga fakir miskin tersebut yang keluarga yang rumah tidak layak sebanyak 1.468 orang, keluarga bermasalah sosial psikologis  25 orang, komunitas adat terpencil 0, korban bencana alam 6 orang, korban bencana sosial /pengungsi 1 orang, pekerja migran terlantar 26 orang, penyandang HIV/AIDS 0 orang dan keluarga rentan 295 orang. “Data ini merupakan hasil pendataan pihak tenaga kesejahteraan sosial di setiap kecamatan, dimana 22 jenis ini adalah penyandang sosial yang berhak mendapat bantuan dari pemerintah pusat,” terang Mukhlis Daylay mengakhiri. (amr) – (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  40 Km Jalinsum Sipiongot Segera Diperbaiki

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*