Bupati Palas Harus Tegas, Dana Desa Masih Nyangkut, PMK No. 49 Tahun 2016 Apa Sih..?

FAKTA PERS – Padang Lawas. Sebanyak 303 desa dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Lawas (Palas) menerima anggaran dana desa tahun anggaran 2016 sebesar Rp. 178 Miliar, diperkirakan setiap desa mencapai Rp. 650 juta hingga 750 juta yang terdiri atas dua tahap pencairan yakni tahap pertama sebesar 60%, sedang untuk tahap ke dua sebesar 40%, dari pagu masing-masing desa.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Fakta Pers Media, hingga Selasa, (13/9) dari 303 desa di Kab Palas masih sekitar 50 desa saja desa yang sudah menerima SP2D (surat perintah pencairan dana) dari DPPKAD Palas, namun sangat miris sekali ternyata pencairannya juga masih terkendala di Bank.

Salah satu kepala desa yang ada di Kab. Palas saat ditanyai mengenai dana yang ditarik dari Bank BRI hanya sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta), ” bagaimana ini, saat ini kita hanya diperbolehkan mengambil dua ratus juta saja, ini semua sudah permainan antar pejabat kelas atas, Bapemdes, DPPKAD, Kepala Bank bahkan saya juga curiga dengan Bupati, saya minta tolong pak jangan disebutkan saya di Fakta Pers Media, besok bisa copot jabatan saya”, katanya meminta untuk namanya dirahasiakan.

Demikian juga Kades (red) lain di Kab. Palas, kepada Fakta Pers Media, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Bank BRI, pasalnya walau SP2D sudah diterima dan dana desa juga sudah masuk ke rekening desa namun Kades mengaku tidak bisa mencairkan 60% dana desa untuk pembangunan infrastruktur di desanya.

Baca Juga :  KOMITMENT PEMDA-PEMDA TAPANULI BAGIAN SELATAN UNTUK PENGEMBANGAN BANDARA AEK GODANG

“Aduh bang, ini sudah kelewatan, bagaimana kami mau membangun desa kami kalau dana yang sudah masuk ke rekening masih di gantung-gantung alias masih nyangkut”.

“Jujur kami kecewa, ini sudah memasuki bulan September, dan saya kuatir dalam waktu dekat ini musim hujan datang, kalau sampai demikian, bagaimana kami mempertanggungjawabkan penyerapannya untuk pencairan tahap ke dua”, keluhnya.

Kepala Unit BRI Sibuhuan saat ditanyakan mengenai keluhan kades mengatakan,”Kami tidak ada menunda pembayaran, kalau mereka minta pasti kami bayarkan, sebenarnya kades merasa kuatir untuk menarik dana 60% itu karna kuatir keamanan”, terang Pak Batubara saat ditemui di kantornya.

Berdasarkan informasi yang dapat dipercaya terhitung sejak akhir Maret hingga Agustus 2016 sudah masuk ke kas daerah yakni Bank SUMUT Cabang Sibuhuan dan mengendap sampai akhir Agustus, atas permintaan Pemda Palas pada akhir Agustus sudah clearing ke BI untuk ditransferkan ke BRI, namun sampai saat ini dana desa yang merupakan hak desa diduga masih nyangkut.

Sedangkan Asisten I yang juga Plt. Kaban Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Gunung Tua Hamonangan Daulay, belum lama ini kepada Fakta Pers Media mengatakan, kendala keterlambatan itu ada pada tingkat desa yang hingga saat ini belum menyelesaikan APBDes dan administrasi lainnya sesuai PMK No 49 Tahun 2016.

Sementara Kadis DPPKAD Palas, Budi Utari Siregar belum berhasil ditemui dikantornya, salah satu stafnya mengatakan Kadis DPPKAD sedang Tugas Luar.

Baca Juga :  Karena Pungli Supir Resah Melintas Di Prapatan Jalan Baru Padangsidimpuan

Salah satu masyarakat Barumun Palas kepada Fakta Pers Media mengatakan, “Bupati Palas harus tegas menyikapi permasalahan ini, apalagi ini menyangkut pembangunan infrastruktur di desa, yang tak lain adalah program Presiden RI, Joko Widodo dan Kemendes baru-baru ini di Media menegaskan, agar para Kepala Daerah di seluruh Indonesia untuk segera menyalurkan dana tersebut kepada Kepala Desa untuk dipergunakan membangun dan memberdayakan masyarakat desa, semua sudah ada aturannya, masa masih juga kades yang di salahkan, PMK Nomor 49 tahun 2016 apa sih”, katanya berharap kepada Bupati Palas H Alisutan Harahap agar Tegas. (R9)


Sumber Berita : faktapers.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*