Bupati Palas; Jadikan HUT Padang Lawas Sebagai Sumber Inspirasi Menyatukan Tekad

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Padanglawas (Palas) ke 3 ini, yang dirayakan setiap tahunnya pada 17 Juli, harus dijadikan sebagai sumber inspirasi di dalam menyatukan tekad, satu persepsi serta langkah dan perbuatan di dalam menggapai cita-cita perjuangan, kemudian menghilangkan segala perbedaan yang dapat menghambat cita-cita pemekaran itu sendiri.

Demikian Sambutan Bupati Palas, Basyrah Lubis SH yang dibacakan Wakil Bupati Palas H Ali Sutan Harahap (TSO), di Lapangan Merdeka Sibuhuan, Sabtu (17/7).

Dikatakannya, usia Kabupaten Palas masih muda dan memiliki keterbatasan, namun bukan hal tersebut dijadikan sebagai alasan untuk berbuat, akan tetapi cambuk agar bergerak maju dalam menyelenggarakan Pemerintahan, pelaksanaan Pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Perubahan signifikan yang diorientasikan menuju kehidupan lebih layak, bermartabat dan sejahtera merupakan standar minimal yang harus dicapai dan diwujudkan oleh seluruh jarajan Aparatur Pemerintah beserta masyarakat setempat”, sebutnya
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Palas HM Ridho Harahap SE mengatakan siap mendukung setiap program eksekutif yang bertujuan untuk menopang cita-cita pemekaran, hingga Kabupaten Palas bisa sejajar dengan kabupaten pemekaran lainnya yang sudah maju dan berkembang.

Untuk itu, kata Rido Harahap, jalinan kerja sama antara eksekutif, legislatif dan masyarakat Palas dinilai lebih dikedepankan, daripada sikap dan perilaku yang mementingkan pribadi.

Dikritisi
Namun perayaan yang dirangkaikan dengan Kemerdekaan RI 17 itu mendapat kritikan dari tokoh perintis pemekaran H Fahruddin, yang juga mantan anggota DPR RI Komisi II.
Pasalnya, Pemkab Palas dinilai kurang menghargai jasa dan perjuangan perintis pemekaran daerah ini. “Palas sangat punya sejarah bagi kami tokoh-tokoh pemekaran, khususnya yang masih hidup hingga saat ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Ampera Padangsidimpuan; Pansus Sakumpal Bonang Harga Mati

Untuk itu Fahruddin sangat berharap supaya Pemerintahan atau Bupati yang menjabat sekarang kiranya jangan sampai para tokoh pelopor yang masih ada selalu dianaktirikan dan cenderung dianggap tidak perlu dihargai dan dihormati.

Di sisi lain Fahruddin mewakili lainnya mengaku sangat kecewa dan prihatin atas apa yang telah di capai pemerintahan saat ini, terutama sarana dan prasarana. “Hampir semua jalan di Palas penuh lubang dan sulit dilalui, padahal itu adalah salah satu yang paling vital untuk menyejahterakan rakyat,” sebutnya.

Makanya Fahruddin mengingatkan supaya para aparatur pemerintah yang sekarang jangan sampai mengotori nilai-nilai dan tujuan pemekaran Palas dengan menjadikan jabatan sebagai alat untuk memperkaya diri sendiri.

Sumber: http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=40681:jadikan-cambuk-untuk-bergerak-maju&catid=32:sumut-dan-aceh&Itemid=58

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*