Bupati Paluta Diminta Evaluasi Kinerja Kadis Damkar

Paluta, (Analisa). Sejumlah elemen masyarakat Padang Lawas Utara meminta Bupati Paluta Drs H Bachrum Harahap mengevaluasi kinerja dan kualitas Kepala Dinas Kebersihan dan Pemadam Kebakaran Paluta yang dinilai tidak mampu mengelola SKPDnya ke arah lebih baik.

Buktinya bisa dilihat Kinerja tim pemadam kebakaran (Damkar) Dinas Kebersihan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mendapat sorotan masyarakat. Bahkan dituding tidak Profesional dalam menjalankan tugas.

Bukan itu saja, fasilitas mobil Damkar yang terhitung masih baru dan tidak optimalnya kinerja petugas Damkar dan tidak berfungsinya mobil Damkar secara Maksimal mengundang keluhan bagi warga, sehingga warga geram dengan kinerja Damkar Paluta dalam menjalankan tugas dan fungsi untuk masyarakat.

Hal ini diketahui saat terjadinya kebakaran yang melalap sebuah unit rumah warga beberapa waktu lalu di Jalan Sisingamangaraja, dekat Masjid Raya simpang Portibi, Kelurahan Pasar Gunung Tua. Padahal, kejadian kebakaran itu masih berada di tengah ibukota Kecamatan Padang Bolak.

Tokoh Masyarakat H Pardamean Harahap kepada Analisa, Minggu (30/9) menyanyangkan lambannya penanganan petugas pemadam kebakaran dalam hal menjinakkan kobaran api dalam peristiwa kebakaran di simpang Portibi beberapa waktu lalu dan ia melihat langsung teknis tim Damkar Paluta dalam menjinakan api dalam kejadian kebakaran di Simpang Portibi, hal ini memang tidak profesional. Selain itu juga persediaan air tidak maksimal dan asal kerja saja.

Baca Juga :  Karena Ingkar Janji, PN Padangsidimpuan Perintahkan Kembalikan Rumah

Pada bagian lain, lanjutnya, yang amat memalukan adalah ketika saat kejadian, pipa air dalam mobil Damkar sedikit dan terkesan tidak dipersiapkan untuk stok apabila ada kebakaran sewaktu-waktu .

“Jika diamati dilapangan, masih ada petugas Damkar yang masih bingung dan lamban dalam menyusun pipa air di mobil damkar. Hal ini banyak yang ludes ketika terjadinya kebakaran. Kalau bisa Pak Bupati harus mencopot Kadisnya, peristiwa ini bukan kali ini saja,agar masyarakat tidak geram lagi,” pintanya.

Hal senada diungkapkan, R Harahap, Tokoh Masyarakat asal desa Gunung Tua Tonga. Menurutnya, saat kebakaran terjadi, para petugas tiba ketika sebagian besar rumah di kawasan padat penduduk itu sudah diselimuti api. Padahal, jarak dari lokasi kebakaran dengan pangkalan pemadam kebakaran hanya berkisar beberapa kilometer.

Kekesalan warga semakin bertambah karena persiapan petugas tidak maksimal. Masih ada petugas damkar yang masih bingung dan lamban dalam menyusun pipa air di mobil damkar serta air yang dibawa ke lokasi kebakaran sedikit sehingga tidak mampu menjinakkan kobaran api.

Keduanya berharap Bupati Padang Lawas Utara Drs H Bachrum Harahap, segera melakukan evaluasi kinerja dan kualitas dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pemadam Kebakaran Paluta beserta jajarannya yang dinilai tidak mampu mengelola kebersihan maupun Pemadaman Kebakaran di Paluta ke arah lebih baik. (ong)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tambang Emas Martabe Dituding Bohongi Publik

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*