Bupati Simalungun JR Saragih Mengaku Dirayu Refly Untuk Mengakui Diperas MK

Bupati Simalungun Jopinus Ramli atau JR Saragih mengaku telah dirayu Refly Harun agar mau mengakui bahwa dirinya diperas hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Kalimat Refly lewat layanan pesan singkat (SMS) yang menurut JR Saragih merupakan bentuk rayuan, ditunjukkan ke Ketua MK Mahfud MD. “Dia (Refly) SMS saya, ada beberapa kali, saya dirayu agar saya mengakui ada pemerasan,” ujar JR Saragih kepada wartawan, usai menemui Mahfud MD di gedung MK, Senin (13/12).

721556038588687120de28ad84f68f9bcc3874c Bupati Simalungun JR Saragih Mengaku Dirayu Refly Untuk Mengakui Diperas MK
DATANGI MK- Bupati Simalungun JR Saragih (tengah) bersama kuasa hukumnya dan sopirnya Purwanto yang diduga mengantarkan uang Rp1 miliar, saat akan menemui Ketua MA Mahfud MD di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (13/12). JR Saragih mendatangi MK dalam rangka mengklarifikasi dan meminta hasil penyidikan tim pencari fakta dugaan kasus suap hakim MK.

Berkali-kali, pria berpangkat Letkol itu menegaskan bahwa apa yang disampaikan Refly ke tim investigasi adalah tidak benar. Dia mengatakan, semua yang dikatakan Refly merupakan fitnah.

“Bahwa apa yang disampaikan pengacara saya itu (Refly) itu tidak benar. Semua itu fitnah,” cetus JR Saragih, yang datang disertai pengacaranya, Viktor Nadapdap dan sopirnya, Purwanto.

Ditegaskan pula, sama sekali tidak benar dia berusaha menyuap hakim MK, Akil Mochtar, lewat sopirnya itu. Dibantah pula mengenai dialog dia dengan Refly terkait nego success fee Rp3 miliar, yang minta diskon Rp1 miliar karena akan diberikan ke hakim MK.

“Tak pernah saya menerima uang itu,” teriak Purwanto, yang berdiri di deretan samping belakang kerumuman tim JR Saragih.

“Tak ada saya minta diskon. Bohong itu,” cetus JR Saragih, yang tampak tegang. Dia sebutkan, success fee untuk Refly adalah Rp750 juta, yang sudah dilunasi.

Sementara, Viktor Nadapdap menjelaskan, kedatangannya menemui Mahfud untuk minta fotokopian laporan tim investigasi yang dipimpin Refly Harun. Setelah laporan tim investigasi itu dikaji, kata Ketua Badan Hukum-HAM DPP Partai Golkar itu, pihaknya akan melaporkan ke Mabes Polri, terkait tuduhan pencemaran nama baik yang dilakukan Refly Harun.

Sementara Mahfud MD menjelaskan, JR Saragih datang menemuinya bukan karena dipanggil, melainkan JR Saragih sendiri yang minta bertemu. Dalam pertemuan itu, Mahfud cerita, JR Saragih curhat bahwa dirinya merasa malu sekali dengan rakyat Simalungun akibat dituduh melakukan upaya penyuapan ke hakim MK. “Dia juga merasa tak enak dengan MK,” kata Mahfud.

Baca Juga :  Istri Bupati Nias Diduga Ikut Mark Up Bantuan Tsunami

Diceritakan, dalam pertemuan itu JR Saragih menunjukkan beberapa SMS dari Refly, yang isinya meminta agar JR Saragih mau mengakui bahwa ada pemerasan. “Ditunjukkan SMS ke saya, beberapa SMS. Suruh ngaku, dirayu, ngaku saja bahwa ini pemerasan. Jika mengatakan pemerasan, Anda aman, karena bukan penyuapan,” begitu Mahfud mengatakan mengenai isi SMS Refly yang diterima JR Saragih.

Berarti ada rekayasa? “Terserah kamu, biar KPK yang menilai,” jawab Mahfud. Sopir JR Saragih, yakni Purwato, juga memberikan penegasan ke Mahfud MD bahwa tidak pernah menyerahkan menjadi perantara suap.

“Sopirnya juga bilang, tak pernah menyerahkan uang ke Pak Akil (hakim MK Akil Mochtar, red),” kata Mahfud.

Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) itu mengatakan, dirinya tidak mau menilai terlalu jauh perkara ini. Alasannya, kasusnya sudah dilaporkan ke KPK.

“Saya tak akan menyampaikan isi pertemuan tadi ke KPK, biar KPK obyektif. Biar KPK mengungkap dengan caranya sendiri,” tukas Mahfud. Dihubungi terpisah, Refly mengaku bisa memahami sikap JR Saragih yang menyebut dirinya telah berbohong. Dia tampak tenang saat dimintai tanggapan atas pernyataan-pernyataan mantan kliennya itu.

“Saya dapat memahami kalau dia mengingkari apa-apa yang dibicarakan dalam pertemuan di rumahnya, di Pondok Indah pada 22 September 2010, karena saat ini posisinya terjepit dan terpojok. Saya malah kasihan pada dia,” kata Refly.

Apa yang dikatakan JR Saragih pada 22 September 2010 itu? “Saat itu dia mengatakan diperas dan saya sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa dia menyuap. Demikian juga tim investigasi. Laporan ini kami sampaikan secara tertutup ke ketua MK,” beber Refly.Refly mengatakan, tim investigasi akan melaporkan hasil temuannya ke KPK dalam waktu dekat. Langkah ini terpaksa dilakukan karena hingga Senin (13/12), Ketua MK Mahfud MD belum juga melaporkan hasil investigasi ke KPK. Padahal, Mahfud sudah mengatakan dalam lima hari setelah menerima laporan tim, Kamis (9/12), akan lapor ke KPK.

Baca Juga :  Api Berkobar di Kompleks Kampus USU Medan

Menurut Refly, yang dilaporkan Mahfud ke KPK pada Jumat (10/12) lalu bukan temuan tim investigasi. “Tapi yang dilaporkan itu saya, rekan saya (Maheswara Prabandono), dan JR Saragih,” ujarnya.

Dukung JR

Pengamat hukum di Simalungun, Mey Priadin Purba SH mengatakan sudah selayaknya masyarakat Kabupaten Simalungun mendukung JR atas tindakannya melaporkan Refly ke Polda Metro Jaya. Selain itu, MK juga diminta ikut melaporkan Refly ke kepolisian, dengan tuduhan pencemaran nama baik lembaga negara.

“Awalnya, tulisan Refly dimuat di salah satu media nasional, yang mempertanyakan bersihnya lembaga tersebut (MK, red) dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, membuat Ketua MK menugaskannya melakukan investigasi, dan dalam laporannya tidak ada suap menyuap. Tapi kenapa sekarang lantas dia mengatakan ada kasus suap yang melibatkan Bupati Simalungun? Ini menjadi pertanyaan besar,” katanya. (sam/hot/ral) – (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*