Bupati Simalungun Tidak Terbukti Suap Hakim MK

1924243620X310 Bupati Simalungun Tidak Terbukti Suap Hakim MK
Jopinus Ramli (JR) Saragih (google)

Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih tidak terbukti melakukan suap terhadap hakim Mahkamah Konstitusi (MK), seperti dituduhkan mantan pengacaranya dalam sengketa Pilkada Simalungun,Refly Harus beberapa waktu lalu.

Kuasa hukum JR Saragih, Rever Harianja kepada wartawan di Pematangsiantar mengatakan, keputusan yang menyatakan Bupati Simalungun itu tak terbukti melakukan suap pada hakim MK, diumumkan Majelis Kehormatan Hakim MK di Jakarta, Jumat (11/2) siang.

“Hasil penelitian dan pemeriksaan dilakukan majelis kehormatan hakim MK, beranggotakan 8 orang, masalah dugaan suap yang dituduhkan Refly Harun dilakukan Bupati Simalungun pada hakim MK dalam perkara sengketa Pilkada Simalungun dan dugaan pemerasan dilakukan salah seorang hakim MK kepada JR Saragih, tidak terbukti sama sekali, hingga masalah itu dianggap selesai,” ujar Harianja.

Harianja menambahkan, dengan ada keputusan itu, pihaknya berharap MK berkoordinasi dengan KPK, untuk menghentikan penanganan kasus itu, karena tidak dapat dibuktikan ada tindak pidana dalam perkara sengketa Pilkada Kabupaten Simalungun.

Pihaknya mendorong Ketua MK sebagai pelapor kasus itu, mencabut laporannya ke KPK, karena tidak ada bukti Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih melakukan suap terhadap hakim MK, ujar Harianja. Harianja mengatakan, juga mendorong pihak kepolisian untuk menuntaskan laporan pencemaran nama baik dilakukan Refly Harun terhadap Bupati Simalungun JR Saragih, karena tuduhan suap kepada hakim MK tidak terbukti.

Baca Juga :  Rayakan Sukses Olimpiade, Inggris Akan Gelar Parade

Sekretaris Tim Pemenangan JR-Nur, Pardomuan Nauli Simanjuntak didampingi Albert Pane,Riduan Manik, menyatakan, mereka sebelumnya sudah yakin keputusan majelis kehormatan hakim MK itu, karena dalam sengketa Pilkada Simalungun pihaknya tidak melakukan suap untuk memenangkan perkara itu. (ama) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*