Bupati Tapsel: Data Kependudukan Harus Dikelola Secara Akurat dan Benar

Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) H Syahrul M Pasaribu menegaskan, data kependudukan harus dikelola secara akurat dan benar karena perannya yang cukup penting dalam mendukung perencanaan pembangunan.

“Tanpa adanya data kependudukan yang akurat dan benar mustahil perencanaan pembangunan, pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik (public servis) serta keamanan nasional berjalan dengan baik, “ujarnya dihadapan 60 peserta rapat koordinasi dan pembekalan teknis serta pencanangan pelaksanaan pemutakhiran data kependudukan di aula Kenanga, Kantor Bupati Pemkab Tapsel, baru-baru ini.

Dikatakan, pemutakhiran data harus tepat dan cepat karena pada intinya negara yang maju adalah bangsa yang mampu mengelola data kependudukan secara benar dan akurat.

Dijelaskan, kegiatan pemutakhiran data kependudukan merupakan upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas data base kependudukan yang belum optimal yang pada prinsipnya up-dating terhadap data kependudukan kabupaten yang ada saat ini.

“Rapat koordinasi pemutakhiran data kependudukan ini kita laksanakan sebagai penyatuan langkah dalam melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan pemutakhiran data untuk mewujudkan tujuan dari pemutakhiran data base kependudukan melalui kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) dengan menggunakan formulir biodata penduduk (formulir F1-01), “katanya.

Diharapkan, para petugas pemutakhiran data kependudukan tingkat kabupaten melalui kegiatan pembekalan teknis pemutakhiran data kependudukan ini nantinya mampu menjelaskan kepada petugas lapangan secara jelas tentang petunjuk kerja melakukan pendataan langsung di desa atau kelurahan,” ucap Bupati.

Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tapsel, H Hotma Dalid Harahap SSos MAP dalam laporannya mengatakan, latar belakang kegiatan pemutakhiran data kependudukan tersebut adalah Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan-Pemerintah (PP) Nomor 37 tahun 2007 tentang pelaksanaan UU Nomor 23 tahun 2006.

Baca Juga :  Warga tuntut PT Barapala 'angkat kaki'

Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 471.13/2751/sj tanggal 5 Juli 2010 tentang Pemutakhiran Data Kependudukan, Penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Persiapan Penerapan Elektronik KTP (e-KTP).

Sedangkan maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan koordinasi dan menyatukan pemahaman para penyelenggara administrasi kependudukan di tingkat kecamatan dan kabupaten, serta memberikan informasi dan pembekalan tekhnis kepada para petugas di kecamatan dalam rangka memutakhirkan data-base kependudukan agar dapat diterbitkan NIK yang valid dan akurat.

Sekaligus persiapan penerbitan e-KTP di Kabupaten Tapsel yang direncanakan pada tahun 2012 sudah dapat diterbitkan KTP masyarakat secara gratis dalam bentuk elektronik dengan sistem pengamanan (chip).

“Berdasarkan data base kependudukan Tapsel, target sasaran pelaksanaan pemutakhiran data kependudukan diarahkan pada pendataan penduduk secara menyeluruh sebanyak 64.563 Kepala Keluarga (KK) atau 281.246 jiwa dan pemutakhiran pendataan sudah harus selesai paling lambat akhir Desember 2010,” sebutnya.

Dalit mengatakan, ada tiga agenda nasional dalam mensukseskan program SIAK yaitu pemutakhiran data penduduk, penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Penerbitan KTP Nasional. “Dijadwalkan pada Desember 2010 ini sudah harus selesai terlaksana ” tutur H Dalid.

Kemudian, persiapan penerapan e-KTP yang dilengkapi sidik jari (chip), konsolidasi anggaran untuk pemutakh iran data kependudukan ini disediakan melalui dekonsentrasi atau APBD.

Kegiatan tahun 2011 berupa proses penerbitan NIK dimulai dengan kegiatan sosialisasi dan bintek sampai pada akhirnya diterbitkannya NIK secara on-line serta pemberitahuan NIK kepada seluruh penduduk, penerapan e-KTP secara nasional dengan cara bertahap di 197 Kabupaten/Kota se-Indonesia (termasuk Tapsel).

Baca Juga :  Kritisi Pemimpin Pemkab Palas, Lima Mahasiswa Diamankan

“Kegiatan tahun 2012 mendatang yaitu penerapan dan penyelesaian e-KTP, secara tekhnis menggunakan sinkronisasi database kependudukan Kabupaten/Kota dengan pusat (on-line). Sehingga di tahun 2012 nanti, warga Indonesia khususnya warga Tapsel sudah memiliki e-KTP secara gratis, “katanya. (hih)

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=71720:bupati-tapsel-data-kependudukan-harus-dikelola-secara-akurat-dan-benar&catid=51:umum

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*