Bupati Tapsel Diminta Fokus

P.SIDIMPUAN – Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M Pasaribu, diminta tidak terlalu porsir atau menghabiskan energi untuk memikirkan dan menyahuti suara-suara penolakan lokasi pertapakan perkantoran dari masyarakat Sipirok.

“Harusnya Bupati fokus memikirkan dan mengusahakan anggaran untuk pembangunan infrastruktur serta percepatan perpindahan pusat perkantoran dari Kota Padangsidimpuan,” kata Ketua Fraksi Nasional DPRD Tapsel, Borkat.

Borkat yang juga Ketua DPD PAN Tapsel melihat Bupati belakangan ini sudah terlalu larut dan terseret dalam menyikapi persoalan penolakan SK Menhut No.244 tahun 2011. Akibatnya tugas-tugas Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan jadi terhambat dan terbengkalai.

“Kami ingatkan Bupati Tapsel agar tidak melalaikan tugas pokoknya sebagai pemimpin seluruh masyarakat Tapsel. Jangan hanya larut dengan persoalan masyarakat Sipirok. Perlu kami ingatkan, Tapsel ini terdiri dari 14 kecamatan dan Bupati jangan habiskan energi ke segelintir masyarakat di satu kecamatan saja,” tegas Borkat.

Kepada masyarakat Sipirok yang menolak pertapakan pusat perkantoran di lokasi yang tertera pada SK Menhut No.244. Diminta agar tidak hanya mengkritik atau melontarkan kalimat-kalimat sesuka hati, tapi tanpa memberi solusi yang layak.

“Harusnya masyarakat Sipirok yang menolak itu memberi solusi dengan menyediakan lahan yang clear and clean dari berbagai persoalan. Jangan tahunya cuma menolak dan mengkritisi kebijakan pemerintah tapi tanpa memberi solusi,” katanya.

Lebih lanjut ditegaskan Borkat, jika masyarakat Sipirok menolak Desa Janji Mauli sekitarnya sebagai pusat pemerintahan dan tidak bisa memberikan solusi berupa penyediaan lahan pertapakan. “Jika dihunjuk, kami masyarakat Angkola Barat siap untuk menerima dan menyediakan lahan bagi pertapakan kantor pemerintahan Kab. Tapsel di daerah kami,” tegasnya.

Baca Juga :  Pilkada Madina Tetap Coblos Ulang

Borkat menambahkan, harusnya jika tidak setuju dengan langkah pemerintah tentang lokasi pertapakan kantor atau tidak suka dengan status daerahnya seperti saat ini. Warga Sipirok yang suka mengkritik tapi tanpa memberi solusi mengajukan amandemen terhadap UU No. 37 dan 38 tahun 2007. Khususnya pasal yang menyebut Kabupate Tapanuli Selatan beribukota di Sipirok.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*