Bupati Tapsel Disamakan dengan Tikus

Seekor tikus disodorkan kepada H. Syahrul M. Pasaribu. Bupati Tapanuli Selatan ini diidentikkan dengan binatang pengerat tersebut.

images+%288%29 Bupati Tapsel Disamakan dengan Tikus

“Bupati sama dengan tikus, hanya bisa mengerogoti anggaran,” teriak orator dari Aliansi Mahasiwa Masyarakat Menggungat (AM3) Kota Padangsidimpuan yang menggelar aksi di  kantor Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Jalan Kenanga, Kota Padangsidimpuan (Psp), Kamis (28/2).

Dalam aksinya, massa sempat membakar ban sebagai bentuk protes. Mereka meneriakkan yel yel yang mengecam buruknya cara H. Syahrul M. Pasaribu mengelola Kabupaten Tapsel. Otonomi daerah yang memberi keleluasaan kepada Kepala Daerah untuk membangun daerahnya, disalhgunakan Bupati Tapanuli Selatan untuk membangun basis kroninya.

Bupati Tapsel tak mau muncul menemui massa. Justru Kabag Hukum Tapsel Hamdan Zein yang muncul dan mengajak massa berdialok. Tapi, massa menolak ajakan Hamdan Zein. “Kami ingin berdialok dengan Bupati dan Sekda,” teriak massa.

Namun, Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasar tak kunjung muncul. Massa kecea, lalu memberikan dua ekor tikus. Satu untuk Bupati, satunya lagi untuk Sekda sambil menyanyikan lagu Iwan Fals berjudul “Tikus-Tuikus Kantor”. (thevoiceof sipirok)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. maradu tu hamu dongan sa huta di paluta,,.on ma konsekwensi na muda calon pemimpin melakukan money politik…na baron doppak pilkada,, ra dohamu manarimo hepeng na di lehen ni team sukses nai ( adong na 150.000 adong juo na 200 ribu) per satu suara..disi takkas hupaboa tu hamu maradu dongan2…hanya itu yg kalian dapat selama dia jd bupati, berarti 5 tahun..jawaban muna tikki i…monang na ise pe Abang/Tulang/Uda..na manjadi Bupati..Holan on ma tu hami..on ma jawaban munu maso i…

  2. nama saya zainuddin. saya memberi komentar kepada pak bupati bahsa saya san teman” saya yang masuk perguruan tinggi negri tahun lalu yang belum mendapat beasiswa bantuan daerah tahun lalu berhubung anggarannya habis.
    saya merasa tidak ada keadilan untuk kami karna tidak semuanya yang masuk perguruan tinggi negri mendapat beasiswa bantuan daerah tersebut.
    dan semoga tahun ini kami yang tidak mendapat beasiswa bantuan daerah tersebut supaya mendapat kembali.

  3. Tidak ada salahnya melakukan aksi unjuk rasa maupun demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi, tapi harus mematuhi prosedur aturan yang berlaku dan mempunyai dasar tujuan yang jelas dalam orasinya untuk mencapai kebaikan. Namun aksi Aliansi Mahasiwa Masyarakat Menggungat (AM3) Kota Padangsidimpuan seharusnya dapat menjelaskan secara tegas indikasi-indikasi penyelewengan apa saja dan di jelaskan secara objektif jangan subjektif. Jika memang ada indikasi penyelewengan silahkan dilapor ke pihak yang berwenang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*