Bupati Tapsel Diwarisi Defisit Rp.78 M

595352005241651c653113c40e2e2c4d6ce25dc Bupati Tapsel Diwarisi Defisit Rp.78 M Anggaran daerah Pemkab Tapanuli Selatan saat ini mengalami defisit sekitar Rp78 miliar. Besarnya defisitnya anggaran itu sangat membebani masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tapsel periode 2010-2015, H Syahrul Martua Pasaribu-H Aldinz Rapolo Siregar (SARASI) dalam melakukan percepatan pembangunan di segala sektor.

“Benar Pemkab Tapsel saat ini mengalami defisit anggaran sekitar Rp78 miliar, namun belum bisa dipastikan berapa sebenarnya angka rilnya, karena saat ini BPK sedang melakukan audit. Diperkirakan akhir Agustus mendatang hasilnya baru keluar dan dari situ baru bisa diketahui berapa sebenarnya defisit anggarannya, apakah bertambah atau malah berkurang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapsel, H Ahmad Ibrahim Harahap kepada wartawan saat menghadiri syukuran dan buka puasa bersama di gedung serba guna Yayasan Haji Hasan Pinayungan (YHHP) di Kampung Marancar, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Utara, Kota Psp, Jumat (13/8) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Diutarakan Ibrahim, dirinya belum bisa memastikan detail pos anggaran mana saja yang menyebabkan defisit sampai sekitar Rp78 miliar. Namun, dirinya berpendapat kemungkinan penyebab hingga terjadinya defisit anggaran sampai Rp78 miliar, bisa saja karena target pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak tercapai. Kemudian perubahan struktur organisasi pemerintahan daerah seperti dari kantor menjadi dinas atau badan yang akan meningkatkan biaya yang lebih besar, pemekaran kecamatan baru yaitu Kecamatan Angkola Sangkunur dan Angkola Tantom, dan lainnya.

Baca Juga :  Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu - Usut Dugaan Mark Up di Sekretariat DPRD Padangsidimpuan

Ibrahim sendiri mengaku baru mengetahui adanya defisit anggaran sekitar Rp78 miliar itu setelah hasil Pemilukada Tapsel 12 Mei lalu diketahui yang memenangkan pasangan SARASI.

“Saya tahu setelah hasil Pemilukada diketahui. Saya baru menjabat Plt Sekdakab Tapsel lima bulan (sertijab Sekdakab dari Affan Siregar ke Plt Sekdakab Ahmad Ibrahim 5 Maret 2010, red). Setelah hasil Pemilukada diketahui, sering rapat-rapat digelar di tingkat pimpinan SKPD Pemkab Tapsel, hingga akhirnya saya mengetahui anggaran daerah sudah defisit puluhan miliar rupiah,” tutur Ibrahim.

Defisit anggaran daerah yang merupakan peninggalan kepemimpinan pemimpin Tapsel sebelumnya tersebut otomatis sangat membebani masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tapsel baru, H Syahrul Martua Pasaribu-H Aldinz Rapolo Siregar (SARASI) usai dilantik Kamis (12/8) lalu, untuk melakukan percepatan pembangunan di segala sektor kehidupan di Tapsel.

Syahrul: Anggaran Daerah Banyak Bolong

Sementara itu, informasi bahwa anggaran daerah terjadi defisit mencapai puluhan miliar rupiah tersebut ternyata juga sudah sampai di telinga Bupati Tapsel Syahrul Martua Pasaribu. Saat acara syukuran dan buka puasa bersama kemarin, di hadapan Muspida, anggota DPRD Tapsel, sejumlah pimpinan perguruan tinggi (PT) Psp, pimpinan SKPD, Bupati Tapsel Syahrul mengatakan, anggaran daerah sudah banyak yang mengalami bolong-bolong yang harus ditanggulangi dan menjadi beban di pundak SARASI.

“Ini merupakan beban berat karena dengan jumlah puluhan miliar rupiah. Tapi bagi seorang yang diberi amanah, beban yang berat ini akan kami tanggulangi untuk melakukan percepatan pembangunan di Kabupaten Tapsel. Tolong bantu kami dan dukung kami,” ujar Syahrul.

Baca Juga :  Satpol PP Paksa Sepasang Pelajar SMP Beradegan Seks

Syahrul menyampaikan hal tersebut agar semua pihak mengerti dengan kondisi keuangan daerah saat ini. “Karena SARASI diperkirakan dalam 1,5 tahun ke depan tugasnya hanya cuci piring dari peninggalan masalah-masalah kepemimpinan Tapsel sebelumnya. Dan itu harus dilakukan SARASI agar cita-cita dan visi-misi yang disampaikan SARASI saat kampanye lalu bisa tercapai dan terealisasi ke depannya,” pungkasnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Bupati_Tapsel_Diwarisi_Defisit_Rp78_M

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. Salah satu kelemahan bangsa indonesia adalah tak pernah mengakui kelemahan diri sendiri dan sibuk mencari kelemahan orang lain untuk pembenaran diri sendiri. sehingga potensi yang dimiliki tidak dapat dimanfaatkan secara optimal karena terlalu sibuk dengan pencitraan diri sendiri.

  2. SEHARUSNYA MASALAH DEFISIT ANGGARAN 78 M ITU DIKELUARKAN IDEALNYA SETELAH ADA HASIL AUDIT BPK. JIKA HASIL PEMERIKSAAN BPK SUDAH FINAL DAN KONGKRIT MARI KITA LAKUKAN TINDAKAN, APAKAH TINDAKAN KEBIJAKAN ATAU TINDAKAN HUKUM. KALAU HAL TU SUDAH DIUMUMKAN SEKARANG MENURUT SAYA MASIH PREMATUR DAN TERKESAN MENDUGA-DUGA, BERTEORI KEMUNGKINAN. DIHARAPKAN SUPAYA DALAM MENGELUARKAN STATEMENT, PEMDA TAPSEL LEBIH PROPORSIONAL DAN PROFESIONAL JANGAN LAGI DIPAKAI ISTILAH TEORI NAROHAKKU, NINGIA, PANDOK NIHALAI, HUBEGE DI LOPO, HASIL KOMBUR.

  3. he..he.he.he.he..gitu aja udah nyerah..defisit itukan cuma teori apbd saja…pangkas aja yang bolong-bolong.maka defisit akan teratasi contohnya perjalanan dinas di dprd tapsel yang sampai Rp.2,5 milyar.
    defisit jangan jadi alasan untuk ngutang buat pinjaman daerah.. pangkas saja anggaran yang tidak efesien dalam apbd 2010.. itu solusinya…omong kosong bakal berimbas pada pembangunan 2011. yang pasti saja proyek pembangunan pasti ada dari yang biayai dak atau BDB… perubahan butuh revormasi…jangan langsung ngeluh..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*