Bupati Tapsel Imbau Masyarakat Jaga Kekondusifan selama Pemilu

TAPSEL – Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu SH di setiap kesempatan selalu mengimbau masyarakat agar tidak golput pada Pemilu 9 April 2014 dan memberikan hak suaranya dengan baik.

“Tanggal 9 April mendatang jangan ada yang golput, gunakan hak pilih secara baik,” serunya di hadapan ribuan umat muslim saat menghadiri pengajian akbar di Desa Paranjulu, Kecamatan Sipirok, beberapa hari lalu.

Pada saat memilih, sebut Syahrul, setiap calon pemilih akan menerima empat kertas suara untuk calon DPD-RI, DPR-RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten.

“Untuk DPR-RI, DPRD provinsi dan kabupaten tidak akan ditemui foto atau hanya nama saja. Untuk itu kenali betul nama yang akan dipilih dan jangan salah dalam memilih agar suara sah dan tidak sia sia,” sebutnya.

Pada kesempatan itu bupati juga mengajak warga menjaga keamanan dan kekondusifan saat pelaksanaan pesta demokrasi berlangsung.

“Ulang marbadai harani pesta demokrasi on (jangan berkelahi karena pesta demokrasi ini –Pemilu), bagi para caleg, pandai-pandai mengambil hati masyarakat,” pesannya.

Amatan METRO, Minggu (16/3), pengajian akbar di Desa Paranjuru itu berlangsung khidmat dan diikuti 1.500-an peserta.

Pada kesempatan itu Bupati juga menekankan agar masyarakat Tapsel, khususnya umat Islam, tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan di tengah kehidupan. “Program percepatan pembangunan yang sedang kita jalankan di Tapsel tak lepas dari kekompakan dan kebersamaan kita semua sebagai warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Target Peserta KB Baru Di Padangsidimpuan Melebihi 100 Persen

Sementara Camat Sipirok Parlindungan Harahap menyampaikan, pengajian akbar yang digelar setiap bulan itu, merupakan bentuk kebersamaan dan kekompakan masyarakat, khususnya umat muslim.

“Semoga dengan pengajian ini, bisa meningkatkan silaturahmi di antara masyarakat, khususnya umat Islam. Dan tentunya juga dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepada Sang Pencipta,” sebutnya. (ran)

(Metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*