Bupati Tapsel jawab tuntutan warga

PADANGSIDIMPUAN – Gencarnya tuntutan warga 13 kecamatan di luar Kecamatan Sipirok, belakangan ini direspon Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Syahrul M Pasaribu. Syahrul berterimakasih atas tuntutan dan perhatian yang disampaikan warga kepadanya. Dia bukan terlarut atau terseret ke persoalan penolakan lokasi pusat perkantoran Pemkab Tapsel.

“Saya hanya berusaha untuk bersikap adil, arif, dan bijaksana, dalam menyikapi aspirasi saudara kita dari Sipirok. Terimakasih karena telah mengingatkan saya. Perlu dipertegas, konsentrasi saya masih terfokus untuk membangun dan memajukan seluruh rakyat dan daerah Tapsel,” katanya, tadi malam.

Bupati mengaku, tidak akan mengenyampingkan masyarakat kecamatan manapun. Karena dia menyadari posisi bupati yang dijabatnya sekarang merupakan hasil dukungan dan doa masyarakat 13 kecamatan di Tapsel.

Terkait isu-isu miring yang dialamatkan kepadanya, bupati mengaku bisa memahami itu secara positif. Karena menurutnya, tudingan itu muncul karena sebuah sikap kritis yang tujuannya tetap untuk kemajuan Tapsel.

“Sekeras mungkin saya akan berusaha memajukan Tapsel. Saya hanya berharap semua warga Tapsel bisa memahami dan mendukung langkah-langkah pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah. Silahkan mengkritik, tapi harapan kita harusnya kritik tersebut komfrehensip,” ujarnya.

Mengenai tudingan bupat mengangkangi UU No.37 dan 38 tahun 2007, khususnya pasal yang menyebut  Tapsel beribukota di Sipirok dan dalam waktu 18 bulan, juga diperjelasnya. Bupati mengaku bisa membayangkan bagaimana suasana pemikiran banyak orang untuk memahami undang-undang tersebut.

Baca Juga :  Nursaima Ditemukan di Hutan Gendong Seekor Kucing

Tapi, jelasnya, saat menjabat bupati sekitar delapan bulan lalu, tenggang waktu pemindahan pusat pemerintahan itu sudah terlewati sekitar 18 bulan. Dalam tenggang waktu delapan bulan memimpin Tapsel, bupati bersama seluruh perangkat daerah telah berusaha keras untuk sesegera mungkin bisa merealisasikan amanah kedua undang-undang tersebut.

Katanya, sudah 2,5 tahun amanah itu terlewati. Kiranya tidak ada lagi hambatan yang dapat menunda proses percepatan pembangunan dan perpindahan perkantoran ke Sipirok. Apalagi sebelum ini Bupati juga sudah coba berdiskusi dan menampung seluruh aspirasi warga Sipirok.

“Kemajuan-kemajuan sudah dapat kita capai, seperti telah diperolehnya pembebasan lahan perkantoran dari Menhut dan tinggal mengusahakan anggaran pembangunannya. Saya harap saudara kita di Sipirok bisa menerima dan memahami ini,” pintanya.

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*