Bupati Tapsel Resmikan Operasional PKS Full Automatic Pertama di Indonesia

Bupati Tapsel Ongku P Hasibuan berserta direksi dan komisaris PT ANJ Agri Siais menekan tombol serene bertanda diresmikannya pabrik kelapa sawit ful automatic pertama di Indonesia, rabu (28/7) di desa Pardomuan, Kec. Angkola Selatan.

Bupati Tapanuli Selatan H Ongku P Hasibuan resmikan pabrik kelapa sawit milik PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJ Agri) Siais di Desa Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Rabu (28/7). Hadir antara lain Koh Beng Hock (Ceo/President ANJ Agri Group), Arifin M Siregar (Komisaris PT ANJ), Machribi (Presiden Komisaris PT ANJ) dan sejumlah undangan lainnya.

Ongku Hasibuan dalam sambutannya menyampaikan, dengan diresmikannya pabrik kelapa sawit tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya. “Dengan berdirinya pabrik ini maka perputaran uang juga semakin banyak di desa ini, namun kita berharap PT ANJ Agri Siais tetap menjaga kelestarian hutan ke depan. Generasi sekarang tidak berhak menghabiskan hutan ini, karena kewajiban kita menjaga hutan untuk kita wariskan ke generasi berikutnya,” kata Ongku Hasibuan.

Dia juga berharap PT ANJ Agri Siais dapat membantu membangun sejumlah sarana jalan dan jembatan sehingga akses transportasi ke desa tersebut tidak terkendala. “Karena kita ketahui, dana Pemda Tapsel saat ini terbatas untuk memperbaiki jalan yang mantap. Apalagi kita mengetahui kalau jalan merupakan salah satu urat perekonomian masyarakat,” paparnya.

Sementara Koh Beng Hock dalam sambutanya mengklaim, kalau pabrik yang diresmikan tersebut merupakan pabrik pengolahan kelapa sawit full outomatic pertama di Indonesia. Pabrik dengan sistem otomatis penuh ini merupakan pabrik yang ramah lingkungan, hemat energi (dalam penggunaan bahan bakar) serta efisien. Dengan pengoperasionalan pabrik ini, maka ANJ Agri Siais mampu melakukan penghematan energi hingga 30% dibandingkan pabrik kelapa sawit yang konvensional, yang tentu saja hal ini akan mengurangi penggunaan bahan bakar dan mengurangi beban emisi. “Sedangkan untuk pabrik konvensional dengan sektor produksi yang sama dibutuhkan lebih dari 120 tenaga kerja. Sebagai contoh, untuk bagian proses/pengolahan, pabrik ini hanya membutuhkan 15 operator, sementara di pabrik konvensional membutuhkan 35 operator. Oleh karena itu, dipekerjakan operator yang berpendidikan minimum SMA/SMK/SMT atau yang sederajat. Dan diutamakan putra putri asli daerah yang telah lolos seleksi. Meskipun demikian, pabrik kami tetap bisa mengolah TBS 60 ton per jam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Padang Sidimpuan Batal Terima Rp1 M dari Kemensos Untuk Rehab 100 Rumah Tak Layak Huni

Selain itu proses perebusan dilakukan dengan menggunakan alat perebusan vertical (vertical sterilizer), yang membutuhkan waktu hanya 65 menit dalam merebus tandan buah segar untuk 1 cycle (putaran). Jelas waktu yang dibutuhkan lebih cepat 25 menit dibandingkan pabrik konvensional, dimana dalam sistem konvensional membutuhkan waktu hingga 90 menit. Itu artinya, dengan pabrik ini PT ANJA Siais melakukan efesiensi waktu dan biaya yang sangat signifikan.

“Untuk menyelesaikan seluruh perangkat pabrik hingga beroperasi, kami sudah menginvestasikan dana Rp129 milyar lebih. Pabrik ini sendiri sudah selesai dibangun sejak akhir 2009 dan telah uji coba operasional sejak 5 bulan terakhir,” katanya.
Total investasi yang telah dikeluarkan perusahaan untuk membuka kebun dan pabrik di Desa Pardomuan mencapai lebih dari setengah triliun rupiah. Ini merupakan kebun terbesar dan pabrik kelapa sawit pertama yang ada di Kabupaten Tapanuli Selatan. Investasi yang dilakukan oleh kelompok usaha PT ANJ Agri ini juga menjadi investasi yang bersifat unik. Karena perusahaan mencoba menyelaraskan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan terhadap lingkungan dalam menjalankan bisnis secara modern. Harapannya adalah untuk meraih predikat bisnis kelapa sawit yang lestari (sustainable palm oil plantations).

Dampak Ekonomi
Sementara itu, kehadiran pabrik ini juga dipastikan memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar perkebunan ANJ Agri Siais. Sebelum berdiri dan beroperasinya pabrik ini, harga tertinggi TBS sawit di tingkat petani sawit hanya mencapai Rp800 per kg. Kini mereka mampu menjual hingga Rp1.200 per kg. “Sangat banyak membantu. Karena sebelum ada pabrik kelapa sawit di sini, kami hanya bisa menjual TBS hasil kebun kami dengan harga murah. Tapi sekarang harga TBS sudah lumayan,” kata salah seorang petani sawit setempat, Rasmauli Gultom.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Pembobol BRI Padang Sidempuan Rp 970 Juta

Ditambahkannya, dengan semakin pendeknya jarak yang ditempuh untuk mengantarkan hasil panen TBS, maka keuntungan petani akan semakin besar. Karena ongkos transportasi pengiriman buah sawit menjadi lebih murah.

Sumber: http://hariansib.com/?p=133312

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. Ongku hanya pembual besar, sama dengan tukang jual obat kurap keliling, coba tunjukin mana hasil kerjasanya selama 5 tahun di tapsel NOL besar dia naik karena bualannya dia waktu pilkada itubukan karena profesional.
    Rakyat justru melempari dia di siais bpati kayak apa itu, rakyat tak ada memilih dia dia memang pecundang enyahkan dia dari Tapsel

  2. Ongku belum tentu lebih buruk dari pada Syahrul Pasaribu, hanya waktu yang bisa menjawab, setiap manusia ada sisi baik dan buruknya, yang sudah pasti 5 tahun yang lalu (2005) Ongku telah membuktikan tanpa kain dan uang (tanpa money politik) bisa memenangkan pemilu kada Tapsel dan setelah jadi Bupati, rakyat bisa langsung menyampaikan uneg2nya kepada Bupati baik di kantor Buapati maupun di desa2 pelosok yang sering dikunjungi Bupati Ongku.
    Masalahnya adalah Ongku sebagai Bupati lebih banyak menemui rakyat kecil daripada pengusaha dan tokoh2 politik, inilah kelemahan Ongku dalam sisi politik kekuasaan, karena Ongku bukan orang politik, melainkan seorang profesional.
    Sebagai seorang profesional, saya yakin kalau Ongku mau, masih banyak job yang bisa ia proleh baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

  3. Torjak terakhir Ongku sebelum memasuki masa pengangguran yang sangat panjang, itu akibat kesombongan keangkuhan sehingga tak dipilih rakyat, puas puasin aja ongku sebelum tanggal 12 Agustus

  4. Mudah-mudahan Pabrik ini dikelola dan dijalan dengan Bisnis yang sehat bukan Bisnis Kepentingan yang tidak mempertimbangkan Lingkungan Sekarang, dan Masa yang akan datang.
    Dan LImbah dari Pabrik ini perlu dijaga dan dikelola secara benar agar tidak menjadi permasalahan di kemudian Hari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*