Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu; Ibu Kota Tapsel Tetap Sipirok

Ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan tetap di Kecamatan Sipirok seperti yang diamanahkan dalam UU Nomor 37 dan Nomor 38 Tahun 2007 tentang pemindahan ibukota Kabupaten Tapsel dari Padangsidimpuan ke Sipirok.

“Ibu kota Tapanuli Selatan tetap di Sipirok. Yakinlah tak akan dipindahkan ke Batang Toru, Marancar atau ke tempat lain,” tegas Bupati Tapsel Syahrul Martua Pasaribu, menanggapi pertanyaan tokoh masyarakat Sipirok, Mangaraja Tenggar dalam acara silaturahmi dan halalbihalal atau temu kangen Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sipirok Sekitarnya (IKAPSI) di kompleks kantor Camat Sipirok, Minggu (12/9).

Hami porsaya dohot marharop tu amang nami Bupati dohot Wakil Bupati, botul de Sipirok on ibukota ni Tapsel. Anggo botul aha do do tandana (Kami sebagai warga percaya dan sangat berharap terhadap Bupati dan Wakil Bupati, benarkah Sipirok ini merupakan ibu kota Tapsel, apa buktinya Sipirok sebagai ibukota Tapsel?” tanya Mangaraja Tenggar.

Dikatakan Syahrul Pasaribu, dirinya bersama Aldinz Rapolo Siregar selaku Bupati dan Wakil Bupati Tapsel yang dipilih langsung oleh masyarakat, sedang mengupayakan solusi terbaik tentang pemindahan pusat pemerintahan Tapsel dari Padangsidimpuan (Psp) menuju Sipirok sebagai ibu kota Tapsel.

“Kami terus bekerja keras mengupayakan solusi yang terbaik agar hal tersebut dapat terealisasikan dengan cepat, jika memang solusi yang kami jalankan belum menemui sasaran. Bila perlu kami akan meminta fatwa,” ucap Bupati Tapsel sembari berharap kesamaan dan kebersamaan masyarakat Sipirok dalam menyimak UU Nomor 37 dan Nomor 38 tersebut.

Baca Juga :  Pusat Diminta Perlebaran Jalan Nasional

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Ibu_Kota_Tapsel_Tetap_Sipirok

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

5 Komentar

  1. Solusi tak perlu pak!, laksanakan saja itu undang undang. jangan buat defisit jadi alasan ya pak seperti yang lalu lalu, defisit koq beli mobil dinas ?

  2. optimis atas perpindahan ibu kota ke Sipirok. tinggal menunggu waktu. kalau itu tidak tercapai akan ada nanti bentuk ketidak percayaan masayarakat TAPSEL khususnya Sipirok pada SARASI, dan setahu saya program utama mereka adalah perpindahan tersebut. Kami hanay bisa berdoa moga lancar, dan SARASI lah yang harus serius untuk mengusahakannya

  3. he.aha.a.ha.a.a.;.. udah lah pak Bupati… kenapa harus ragu… toh Udah ada Undang-undangnya…. ngak perlu takutlah pembuatan Kantor pemerintahan tapsel itu…. kalau udah rakyat bersama Bapak.. maka ngak usah ragu menjalankan keputusan dan aturan yang sudah ada …. ngak perlu pake fatwa2ann… buang2 duit lagi itu.. mending duitnya buat pengembangan atau perbaikan jalan he.aha..a.a.a.

  4. Koq ribet amat sih pak ? jalankan aja UU itu pak ! minta Fatwa segala macam kog lucu.Kalau mau minta fatwa haram atau halal ke MUI aja, atau pada dasarnya Bapak-Bapak ini enggan dan malas berkantor di Sipirok ya ?

  5. Hallo Pak Bupati….! Menuru saya tidak ada relevansinya antara fatwa dengan Undang-undang. Sangat janggal jika masih ada keragu-raguan untuk merealisasikan ibukota Tapsel ke Sipirok, karena hal itu sudah dilegitimasi oleh Undang-undang. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah faktor apa yang menjadi kendalanya ? Ataukah karena masih banyak pihak yang melakukan bargaining karena kepentingan bisnis menyangkut pertapakannya…?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*