Bupati Tapsel Terima Satyalancana Pembangunan dari Presiden

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Satyalancana Pembangunan kepada Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu. Tanda kehormatan ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi atas jasa dan keberhasilan membangun sektor pertanian melalui peningkatan hasil produktifitas pertanian. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

Bupati: Buah Kerja Keras Semua Pihak

TAPSEL – Bupati Tapanuli Selatan H Syahrul M Pasaribu SH menerima penganugerahan Satyalancana Pembangunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan XIV tahun 2014 di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Malang, Jawa Timur.

Tanda kehormatan ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi yang diberikan negara kepada Bupati H Syahrul M Pasaribu, atas jasa dan keberhasilannya membangun sektor pertanian melalui peningkatan hasil produktifitas pertanian.

Dengan penganugrahan satyalancana tersebut, negara menilai hasil perwujudan visi misi kepemimpinan Bupati Syahrul M Pasaribu di Tapsel telah banyak membantu dalam menstabilkan swasembada pangan. Negara juga mengapresiasi program pengembangan infrastruktur pertanian yang dilakukan Syahrul di Tapsel, karena telah mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama di bidang ketersediaan pangan.

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/6), Syahrul didampingi Sekdakab Ir Aswin Efendi Siregar MM dan Kabag Humas dan Protokol Drs Anwar Efendi menyebutkan, penganugrahan satyalancana ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen masyarakat di Tapsel, khususnya para petani serta seluruh stakeholder pertanian di dalamnya.

Bagi Bupati, penghargaan ini merupakan wujud apresiasi pemerintah pusat. Prestasi ini juga merupakan buah kerja keras dari semua pihak. “Bukan hanya kerja saya, tetapi kerja keras para petani serta kerja sama semua stakeholder hingga masyarakat luas,” ujarnya.

Baca Juga :  Lagi, LKPJ Bupati Madina ditolak

Penghargaan ini, tambah Syahrul, bukan akhir dari tujuan yang ingin dicapainya. Tujuan utamanya adalah bagaimana program mensejahterakan rakyat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bahkan, penghargaan yang diraih ini akan jadi cambuk baginya untuk bekerja lebih cerdas, cepat, maju dan inovatif. “Alhamdulillah, visi misi ‘Membangun Manusia Pembangunan di Tapsel ’ yang bertitik berat pada sektor pertanian yang kita jalankan sejak akhir 2010, mulai menuai hasil.

Negara melihat itu dan kita dianugerahi Satyalancana Pembangunan. Ini hasil kerja keras semua elemen masyarakat Tapsel, khususnya pada petani,” jelas Syahrul.

Ditanya mengenai parameter penilaian dan kapan penilaian dilakukan, menurut info yang didapatkan Syahrul dari pejabat Kementerian Pertanian usai dianugerahi penghargaan oleh presiden, ada tim yang melakukan penelitian dan penilaian selama enam bulan di Tapsel.”Saya juga baru tahu ada tim Kementerian Pertanian yang pernah melakukan penelitian dan penilaian di Tapsel. Tim mendatangi semua kecamatan, lakukan pengamatan, bertanya kepada masyarakat dan semuanya disusun jadi sebuah laporan,” ujar Syahrul.

Bahkan tim itu juga mendatangi Unsur Pimpinan Daerah (Uspida) di Tapsel untuk wawancara. “Saya teringat Kajari Padangsidimpuan, Nadda Lubis SH.MH, yang akhir 2013 kemarin pernah mengatakan, ada orang Kementerian Pertanian yang datang dan bertanya mengenai Tapsel,” kata Syahrul.

Sementara mengenai parameter penilaiannya, adalah tingginya keinginan Pemkab untuk meningkatkan dan mempertahankan swasembada pangan, dibuktikan dengan program-program sektor pertanian yang dijalankan secara nyata di lapangan.

Program itu antara lain, pembangunan infrastruktur pertanian, seperti Jalan Usaha Tani (JUT), Jaringan Irigasi Desa (Jides). Kemudian menumbuhkan semangat pembentukan kelompok tani, Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), mekanisasi pertanian dengan alat mesin pertanian (Alsintan), Pengembangan Usaha Agrobisnis Pertanian (PUAP) dan berbagai program lainnya.

Baca Juga :  Kapolres Tapsel Tidak Bisa Memastikan Pembakaran Kafe Tidak Berbuntut Pidana

Syahrul mengaku, Satyalancana pembangunan ini semakin mamacu semangatnya untuk terus bekerja keras meningkatkan swasembada pangan menjadi surplus pangan. Dimana, hasil gabah padi yang saat ini rata-rata 4,8 ton per Ha akan ditingkatkan menjadi 6,8 ton per HA. Sehingga Tapsel kedepannya dapat memberikan warna baru dalam penyediaan bahan makanan di Sumut.

“Hasil produktifitas pertanian di sektor lain, perkebunan, perikanan, peternakan, juga ditingkatkan. Sehingga mengalami swasembada atau surplus beberapa tahun ke depan. Kita akan terus marudan marlasniari (berhujan berterik mentari) atau marmar style,” katanya. (ran)/METROSIANTAR.com,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*