Cabai Merah Rp. 40 Ribu per Kg Di Sakumpal Bonang

728631 cabe merah Cabai Merah Rp. 40 Ribu per Kg Di Sakumpal BonangHarga cabai merah di Pasar Sangkumpal Bonang, Kota Padangsidimpuan (Psp), tembus Rp40 ribu per kilogram (kg), Jumat (2/7). Kenaikan harga cabai merah ini berlangsung secara bertahap. Pasalnya, sepekan yang lalu harga bahan utama untuk membuat sambal ini masih Rp30 ribu per kg, lalu merangkak naik hingga Rp40 ribu.

“Sejak beberapa hari terakhir harga cabai merah terus mengalami peningkatan yang cukup tajam,” ujar P Panjaitan, pedagang cabai di Pasar Sangkumpal Bonang, kepada METRO, Jumat (2/7).

Panjaitan menambahkan, kenaikan harga cabai merah juga dibarengi dengan melonjaknya harga cabai rawit. Cabai berwarna hijau dan berukuran kecil ini dijual Rp34 ribu per kg. Padahal, sepekan yang lalu harga cabai rawit hanya Rp24 ribu per kg.

Menurut pria ini, kenaikan harga cabai lebih disebabkan keterbatasan stok cabai dari luar daerah. “Mungkin di sana lagi memasuki musim tanam atau justru tanaman cabai diserang hama,” ujarnya singkat.

Pedagang cabai lainnya, Udin, mengatakan hal yang senada. Menurutnya, kenaikan harga yang cukup tajam hanya dalam hitungan beberapa hari terakhir cenderung diakibatkan persedian barang dari agen dari lokal dan luar daerah berkurang. Dan kalaupun ada harga kedua jenis cabai tersebut sangat mahal.

“Para pedagang khawatir dengan kondisi harga cabai yang tak menentu ini. Pasalnya, bila hari ini kita jual cabai dengan harga Rp40 ribu per kg, padahal esok kita menebusnya juga sudah mencapai Rp40 ribu berarti penjual tidak ada untung. Itupun kalau cabainya laku, kalau tidak terpaksa kita biarkan membusuk,” keluhnya.

Baca Juga :  Terkait Ada 6 Desa Yang Belum Pernah Mendapat CSR ANJ - Humas ANJ Binanga : Untuk Menjalankan CSR, Saat Ini Kita Fokus Dengan Kebutuhan Masyarakat

Sementara itu, salah seorang ibu rumahtangga, Fatimah (31), warga Kecamatan Batu Nadua, mengaku, sempat terkejut mendengar kenaikan harga cabai tersebut. Dari rumah ia menaksir uang yang dibawanya cukup untuk berbelanja. Maka, untuk menyiasati hal ini ia terpaksa berhemat dalam kiloan.

“Kita terkejut sekali mendengar harga tersebut, tetapi tidak beli juga sesuatu hal yang tak mungkin karena tanpa cabai mana enak makannya. Namun, yang jelas untuk menyiasatinya kita kurangi jumlahnya, misalnya kalau setiap belanja biasanya beli sekilo hari ini palingan beli setengah kilo,” kata Fatimah.

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/Cabai_Merah_Rp40_Ribu_per_Kg

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. DALAM HUKUM EKONOMINYA BERARTI
    “SUPLAI TERBATAS ATAU BERKURANG”
    KALAU DEMAND/PERMINTAAN RASANYA PADA BULAN-BULAN INI TAK BERBEDA DENGAN BULAN KEMARIN.
    TANTANGANNYA:
    BAGAIMANA SIH CARA MEMPRODUKSI CABE PADA AWAL MUSIM PENGHUJAN SEPERTI INI ???
    TEHNOLOGI APA SIH YANG TEPAT BIAR TIDAK BUSUK AKAR PADA MUSIM HUJAN INI ATAU DAUN TIDAK KERITING ??
    PPL DAN DINAS PERTANIAN……..AJARIN DONK KAMI MASYARAKAT ….….JANGAN CUMA BUAT LAPORAN YANG BAGUS-BAGUS SAJA,… KAN KEMARIN SUDAH TERIMA GAJI KE 13……..
    TRIMS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*