Calon Sekda Madina Sebaiknya Ditunda

Munculnya penolakan calon Sekda Madina definitif terhadap Ghozali Pulungan,  adalah hal yang wajar dan merupakan koreksi positif terhadap calon alternatif lain dengan mengacu kepada Permendagri No 5 tahun 2005.

“Walaupun DPRD tidak punya kewenangan dalam proses penilaian calon Sekda sesuai dengan Permendagri tersebut, tapi setidaknya pengajuan calon Sekda tidak mendapat penilaian negatif dari pihak-pihak legislatif. Karena seorang Sekda adalah pembantu bupati dalam segala hal, termasuk melakukan lobbi terhadap semua pihak,” kata ketua Peradi Tabagsel, Ridwan Rangkuti, malam ini.

Disebutkan, jika seorang calon Sekda tidak punya kemampuan koordinasi dan lobbi dengan pihak terkait, maka akan menghambat program dan kebijakan bupati. Untuk itu, sebaiknya Amru Daulay tidak perlu mengajukan usul pengangkatan Sekda definitif, mengingat masa jabatannya tinggal beberapa hari lagi.

Karena calon Sekda ke depan harus memiliki kreteria umum, yaitu energik, loyalis, komunikatif dan dedikatif.  Selanjutnya, jika mengacu pada pasal 1 ayat (4) huruf a, b, c dan d Permendagri No 5 tahun 2005 tentang wawasan kebangsaan sangat sulit mencari figur sesuai dengan kriteria tersebut.

Bahkan, katanya, nyaris tidak ada di jajaran pejabat atau staf Pemkab Madina, seperti kriteria huruf A, keragaman wilayah penugasan dalam jabatan.  Dan B, pengalaman diklat dalam dan luar negeri mengenai wawasan manajemen pemerintahan umum, pemerintahan daerah.

Sedangkan C, pengalaman sebagai pembicara atau nara sumber dalam seminar, baik dalam dan luar negeri mengenai manejemen. Sementara  D, pokok-pokok pikiran strategis politik dalam negeri berupa karangan buku dan karya tulis.

Baca Juga :  Proyek Siluman ‘Menjamur’ di Mandailing Julu

“Tidak etis Amru Daulay yang mengajukan, sementara masa jabatannya tinggal beberapa hari lagi. Biarlah bupati Madina yang akan datang mencari figur stafnya sesuai dengan kriteria. Dan yang paling penting, seiring sejalan dengan bupati,” pungkasnya.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=140098:calon-sekda-madina-sebaiknya-ditunda&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*