CAMAT AEK NABARA BARUMUN MENGADAKAN MEDIASI DENGAN MASYARAKAT PARAN JULU MENGENAI KONFLIK PENGGUNAAN DANA DESA

Apakabarsidimpuan.com, PALAS – Masyarakat Desa Paran Julu Kec. Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas mengadakan mediasi dengan Camat Aek Nabara Barumun PAMONORAN SIREGAR ,SOS sebagai Pejabat pemerintahan tertinggi di wilayah Kecamatan Aek Nabara Barumun pada hari ini, Kamis tanggal 31 Desember 2015 di ruangan kerjanya tentang masalah surat keberatan masyarakat Desa Paran Julu tentang penggunaan Dana Desa yang tidak sesuai dengan hasil rapat musyawarah desa dengan oknum Kepala Desa Paran Julu berinisial MT.

Dalam mediasi ini atas perintah dari Camat Aek Nabara Barumun untuk mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari solusi dan titik damai dalam sengketa penggunaan Dana Desa yang berjumlah sebesar Rp. 259 Juta dari Anggara Pendapatan Belanja Negara (APBN).konflik penggunaan dana desa berawal dari keputusan kepala desa yang tidak sesuai dengan hasil musyawarah desa dalam penggunaan dana desa, yang dimana hasil musyawarah itu memutuskan untuk penggunaan dana desa adalah pembuatan sumur gali di pertanahan saudara Luhur Harahap, Rabat Beton dan MCK. Setelah dana desa tahap pertama dicairkan pihak kepala desa membuat keputusan f untuk memindahkan letak pembuatan sumur gali di dekat persungaian yang jaraknya jauh ± 250 meter dari permukiman warga tanpa menanyakan hasil keputusannya kata Palit Hasibuan sebagai mediator dari pihak keberatan,namun dalam mediasi ini pihak kades tersebut tidak hadir dikarnakan ada urusan lain sehingga mengutus ketua BPD dan Perangkat Desa sebagai pihak mediator.(rekaman ada sebagai bukti).

Baca Juga :  Evy Susanti Buka-bukaan, Jadi Justice Collaborator di KPK

Ditambahkan lagi dari penuturan Tongku Sende dan Bata Daulay mengatakan “ Kami keberatan atas penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan hasil rapat kami dan kami meminta agar kepala desa kami menggunakan dana desa tersebut untuk penyaluran air bersih ke rumah – rumah kami yang sesuai dengan hasil rapat kami, jadi kami keberatan atas pembangunan sumur gali yang jaraknya jauh dari permukiman warga dan itu bukan hasil keputusan kami dan pembangunannya tidak tepat sasaran“
Setelah pihak keberatan mengutarakan semua keluhannnya dan di tanggapi oleh Kaduon Harahap selaku Ketua BPD mengatakan “ keputusan penggunaan dana desa kemarin dirapatkan tetapi pihak keberatan tidak ada datang dan saya berjanji akan mengadakan musyawarah lagi dan meluruskan permasalahan tentang penggunaan dana desa besok setelah selesai sholat jum’at “.

Hal ini dibantah oleh Jaksa Hasibuan selaku tokoh masyarakat yang hadir pada pertemuan tersebut dan mengatakan “ Saya gak pernah diundang rapatatau musyawarah dan tolong saudara jangan membuat pernyataan bohong “ sehingga membuat suasana jadi ribut dan terjadi perang mulut didalam ruangan tersebut dan Camat memukul mejanya untuk meleraikan kedua belah pihak dan memutuskna untuk meminta pihak kades,ketua BPD,perangkat desa dan masyarakat agar mengadakan rapat internal dan camat memutuskan agar keinginan warga di penuhi oleh kades dalam penggunaan dana desa untuk rapat yang akan diadakan besok.

Baca Juga :  Klub Top Eropa akan Boikot FIFA

Dengan hasil keputusan Camat Aek Nabara Barumun diterima oleh kedua belah pihak dan akan mengadakan musyawarah besok Jum’at pada tanggal 1 Januari 2016.(AEH)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*