Isu Perombakan Pejabat Pemko Medan, Camat di Medan CEMAS

Isu perombakan pejabat di jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan makin liar. Selain jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kabarnya camat juga bakal banyak yang diganti.

Dikabarkan, ada 11 camat yang akan meninggalkan kursi pimpinan masyarakat di kecamatan itu. Kabar ini menjadi perbincangan di lingkungan Pemko Medan, DPRD Medan dan politikus yang terjun dalam pemilihan Walikota Medan Wakil Walikota Medan 2010. “Banyak camat yang ketar-ketir karena cemas akan ‘dicopot’ dari jabatannya,” sebut sumber di Pemko Medan, Jumat (2/7).

Sumber itu menyebut pencopotan camat segera dilakukan setelah pelantikan walikota 19 Juli mendatang. Enggan menyebut nama, sumber itu hanya menyarankan untuk melihat indikasi pada perolehan suara di kecamatan-kecamatan pada Pilkada Medan.

Catatan Global, berdasarkan perolehan suara putaran pertama pasangan pemenang Rahudman-Eldin,  kalah di 11 kecamatan dari 21 kecamatan di Kota Medan. Pasangan yang didukung Partai Demokrat dan Partai Golongan Karya ini tak mampu menguasai Kecamatan Medan Area, Kota, Maimun,  Polonia, Sunggal, Petisah, Tuntungan, Baru, Barat, Timur dan Perjuangan.

Sedangan dalam putaran kedua 19 Juni 2010 lalu, kecamatan yang lepas dari tangan Rahudman-Eldin, yakni kecamatan Medan Petisah, Medan Tuntungan dan Medan Baru.

Wajar

Pengamat politik dan kebijakan publik, Dadang Dermawan mengungkapkan, pemanfaatan birokrasi oleh kandidat akan menjadi transaksi politik antara kandidat dengan jajarannya. Selanjutnya, wajar bagi kandidat yang menang akan melakukan perombakan, dengan tujuan membangun regimentasi atau hubungan yang kuat dijajarannya.

Baca Juga :  Sumut Masih Hadapi Musim Kemarau

“Dukungan politik akan dinilai sebuah loyalitas kepada pemimpin. Ini akan menjadi pertimbangan bagi pimpinan, siapa yang bisa bekerjasama dengannya,” ungkap Dadang.

Dosen FISIP USU itu menyebutkan, dalam pilkada Medan 2010, pasangan Rahudman – Eldin merupakan pasangan birokrat Medan. Sebagai mantan penjabat dan mantan sekretaris daerah, keduanya memiliki kedekatan dengan jajarannya, sampai tingkat camat dan lurah.

“Walau tak bisa dibuktikan secara yuridis, namun secara faktual itu sudah membuktikan,” katanya.
Master Kebijakan Publik lulusan Universitas Indonesia itu juga mengatakan, belum tentu semua jajaran pemerintah mendukung birokrat yang masih menyisakan kekuasaannya. Akan tetapi ada juga yang mendukung dengan tampak muka, ada yang mendukung tak tampak muka dan ada juga yang mungkin menolak secara terang-terangan.

Promosi
Dari berbagai informasi yang dikumpulkan Global, empat camat disebut-sebut dalam posisi rawan. Mereka, Joni T Camat Medan Baru, Ebenezer K Camat Medan Tuntungan, dan  Pardamaen S Camat Medan Barat serta Mansyur Camat Medan Kota.

Uniknya, di Medan Petisah, pasangan Rahudman – Eldin juga tidak berhasil menang, namun kedudukan Hanna LS selaku camat masih belum ada informasi kuat, apakah turut digeser atau tidak.

Sumber juga menyebutkan, ada juga camat yang mendapatkan promosi. Muslim, Camat Medan Labuhan, diisukan akan menduduki  jabatan Kepala Bagian Tata Pemerintahan, sedangkan sekretarisnya akan menggantikan kedudukan sebagai camat di daerah yang berpotensi 32.830 suara untuk pasangan calon walikota dan wakil walikota Medan terpilih.
Camat Medan Tuntungan, Ebenezer, salah satu camat yang disebut-sebut dalam posisi rawan, mengaku tidak mengetahui isu itu. “Kalau itu saya mana tahu, itu kan kebijakan pimpinan,” kata Ebenezer.

Baca Juga :  Pesta Danau Toba diusulkan diperpanjang

Menurutnya, sebagai bawahan dirinya siap menerima perintah atasan. Sedangkan dalam politik Pilkada siapapun yang terpilih harus tetap didukung. “Seperti yang saya sampaikan, bagaimanapun pimpinan adalah pimpinan yang harus didukung,” sebutnya.

Sumber: http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=39396:camat-di-medan-cemas&catid=25:metro&Itemid=53

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*