Catatan Akhir Tahun ‘nBASIS

Oleh: Shohibul Anshor Siregar *)

Pintaku kepada SBY. Tahun 2011 seriuslah perang dengan diri sendiri agar bisa angkat senjata memerangi korupsi, kemiskinan dan kebodohan. Saya beri jaminan 100 % bahwa tahun 2011 tidak ada sempalan maupun oposisi manapun yang akan mampu menggulingkan kekuasaan Anda. Pak Presiden, dengan “berpantang senyum” Anda akan menjadi pahlawan selamanya.

Demikian Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (‘nBASIS) Shohibul Anshor Siregar dalam refleksi akhir tahun organisasi itu Jum’at di Medan.

Sejak pelantikan SBY, bahkan sejak survei-survei popularitas dan elektibilitas menjelang pilpres 2009, ‘nBASIS hanya melihat tantangan terbesar SBY dalam memimpin dan memajukan Indonesia untuk periode keduanya ini adalah dirinya sendiri dan kelompoknya. SBY bisa mempersepsikan dirinya sebagai legitimator tunggal setiap nilai dan pembenaran untuk semua urusan, dan terutama karena amat suka citra maka instrumen-instrumen yang dibangun untuk mengkonstruksi nilai keberhasilan atau kegagalan menjadi bias.

Satu fakta sosial secara objektif akan berbicara menjelaskan fakta sosial yang lain, betapapun kita menginginkan pendapat yang berbeda tentang itu. SBY bisa mengklaim dirinya telah berkeringat dalam keberhasilan memberantas korupsi, tetapi konstruksi fakta keberhasilan itu akan bertabrakan dengan sendirinya dengan perasaan subjektif masyarakat yang menemukan amat jauh dari kesan keseriusan sekalipun. Korupsi itu memerangi rasa kenyamanan, keselamatan dan kemampuan masyarakat mempersepsikan masa depan. Itu tidak bisa dibohongi, dan itu yang terjadi pada masyarakat luas.

Jadi sama sekali kita tidak perlu data statistik dari lembaga manapun di dunia ini untuk mengetahui keganasan korupsional di sebuah negara. Perasaan paling jujur untuk mengukurnya ada pada nurani pemimpin sendiri beserta rakyatnya. Silakan semua berbohong kepada diri sendiri tentang data apa pun, toh pada akhirnya by nature semua akan bermuara pada pembuktian empiris yang menyakitkan pikiran dan perasaan.

Baca Juga :  Riau Menabur Asap, Tetangga Terpolusi Pengap

Jika senyum-senyum kepuasan pemimpin atas nama dan untuk citra telah menjadi penyebab terbesar, maka kekhawatiran selanjutnya ialah stagnasi dan bahkan degradasi yang selalu bermuara pada politik anti resiko karena takut tidak populer.

Sediakan saja Kota Metro Korupsi
‘nBASIS tidak percaya Sumatera Utara sebagai Provinsi terkorup. Tanpa maksud pembelaan terhadap Gubernur Syamsul Arifin yang sudah ditahan oleh KPK dan Rahudman Harahap yang sudah dinyatakan tersangka oleh penegak hukum, kedua orang ini hanyalah bongkahan kecil puncak gunung es mega korupsi nasional yang amat dahsyat.

Sama halnya jika orang menuduh kementerian agama atau kementerian sosial sebagai kementerian paling korup karena menterinya tersangkut. Lihatlah dengan jeli struktur peredaran uang secara nasional dan denyut aktivitas kenegaraan, kebangsaan dan ekonomi. Dengan cara itu kita menjadi tahu bahwa Syamsul Arifin, Rahudman, kementerian Agama dan kementerian Sosial hanyalah semacam ulimate terget dalam strategi tebang pilih pemberantasan lorupsi Indonesia.

Jika saja proses dan intensitas serta pola pemeriksaan yang dilakukan terhadap Syamsul Arifin dan Rahudman dilakukan juga kepada semua pejabat Indonesia mulai dari pusat sampai ke daerah, maka seharusnya negara menyediakan anggaran besar untuk membangun sebuah kota metropolis korupsi yang akan menampung terpidana elit pemerintahan yang jumlahnya pasti sulit dihitung.

‘nBASIS tidak merasa berhak berharap kepada siapapun di negara ini untuk bertindak seperti Zhu Rongji  (perdana menteri China) yang dengan berani menjaminkan dirinya sebagai tumbal jika gagal berperang melawan korupsi.

*)Penulis: dosen sosiologi politik FISIP UMSU, Koordinator Umum ‘nBASIS
sohibul Catatan Akhir Tahun nBASISn’BASIS adalah sebuah Yayasan yang didirikan tahun 1999 oleh sejumlah akademisi dan praktisi dalam berbagai disiplin (ilmu dan keahlian). ‘nBASIS adalah singkatan dari Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya dan memusatkan perhatiannya pada gerakan intelektual dengan strategi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, perkuatan basis ekonomi dan kemandirian individu serta kelompok.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Katong Samua Basodara

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*