Cemari Lingkungan, DPRD Sidimpuan Desak PT Virco Direlokasi

Komisi II DPRD Kota Padangsidimpuan mendesak Pemko setempat, untuk segera merelokasi PT Virginia Corporation (Virco) karena terbukti telah melakukan pencemaran lingkungan.

“Limbah PT Virco yang menggenangi sungai Batang Ayumi telah berada diambang batas dan telah merusak ekosistem yang ada didalamnya. Atas dasar itu, kami minta Pemko segera merelokasi perusahaan yang bergerak dibidang pengelolahan karet tersebut, ” ujar Ketua Komisi II Ashari Harahap didampingi Wakil Ketua Khoiruddin Nasution beserta sekretaris Sopian Harahapdan anggota Isnandar Nasution dan Miko, dalam konfrensi pers di ruang komisi II gedung DPRD, Jalan Sutan Soripadamulia, Kota P. Sidimpuan, Senin ( 28/3).

Dikatakan, hasil uji laboratorium Bapedalda-SU dari tiga sample yang diambil di tiga lokasi berbeda yaitu 50 meter sebelum saluran pembuangan limbah, saluran pembuangan limbah dan 50 meter sesudah saluran pembuangan limbah, disimpulkan jika kebocoran saluran limbah PT Virgo telah mencemari sungai BT Ayumi yang ada disekitarnya.

“Dari hasil lab tersebut BOD 5 (pengurai air) sungai BT Ayumi mencapai 109 sedangkan batasan maksimum yang disebutkan di Kepmen Lingkungan Hidup No 32 Tahun 2009 dan UU NO 7 Tahun 2004 tentang sungai, hanya 100,” terangnya.

Dijelaskan, mengacu pada UU 32 Tahun 2009 tentang pengendalian lingkungan hidup, pemerintah daerah berhak mengusir perusahaan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

“Pemko harus tegas, jika memang perusahaan itu terbukti telah merusak lingkungan hidup, harus segera direlokasi atau bahkan diusir.Tindakan itu disahkan undang-undang,” timpal Wakil Ketua Komisi II Khoiruddin Nasution.

Baca Juga :  Pemerintah Diamkan Kerusakan Jalinsum di Padangsidimpuan

Koir juga menyesalkan, lemahnya pengawasan Bapedalda Pemko P.Sidimpuan terhadap pembuangan limbah PT Virco yang mengakibatkan tercemarnya sungai BT Ayumi.

“Pencemaran sungai BT Ayumi ini juga membuktikan lemahnya pengawasan yang dilakukan Bapedalda Pemko Sidimpuan,” terangnya.

Selain itu, Koir juga mempertanyakan statemen Dinas Kesehatan Pemko P.Sidimpuan yang menyebutkan jika belum ada sungai di daerah ini yang masuk kategori tercemar.

“Dinkes harus mengkaji ulang statemennya karena pencemaran sungai BT Ayumi fakta yang tidak dapat disembunyikan, “katanya sembari menambahkan jika tata ruang daerah ini harus segera ditinjau ulang.

Bantah

Dalam kesempatan itu, Ashari Harahap membantah adanya pemberitaan dimedia lokal yang menyebut, pihak PT Virgo telah melakukan pengusiran terhadap 7 anggota Komisi II saat melakukan kunjungan keperusahaan tersebut.

“Kami tidak pernah merasa diusir. Tapi kami yang meninggalkan PT Virgo karena merasa tidak dilayani dengan baik,” ungkapnya.

Diceritakannya, pada Jumat (25/3) lalu, dirinya bersama enam anggota komisi II lainnya melakukan kunjungan ke PT Virco, guna menindaklanjuti aduan masyarakat tentang kebocoran limbah yang mengakibatkan matinya ikan di sungai BT Ayumi.

Sebelum mendatangi PT Virco kata Ashari, pihaknya terlebih dahulu menghubungi Bapedalda Pemko Sidimpuan setempat untuk memberitahu manajemen PT Virco, jika komisi II akan datang meninjau keperusaan itu.

Setelah mendapat jawaban dari Kapedalda jika telah memberitahu PT Virco, barulah pihaknya meluncur setelah sebelumnya menunggu di kantor lurah setempat.

“Namun, ketika sampai dipos jaga, pihak security dan salah seorang pegawai PT Virco mengatakan, tidak ada pemberitahuan dari pihak manajemen jika pihak komisi II akan berkunjung. Pegawai tersebut lalu meninggalkan kami untuk menelpon atasannya. Setelah kami tunggu hampir sepuluh menit dipos jaga, pegawai itu tidak muncul-muncul. Makanya kami akhirnya mengambil inisiatif meninggalkan perusahaan. Jadi tidak ada pengusiran saat itu, ” terangnya yang diamini Sopian Harahap dan Miko.

Baca Juga :  Berkas Kasus Dugaan Korupsi Mantan Camat Sipirok Dilimpahkan Pertengahan Februari

Ditambahkan, Senin (4/4) nanti, Komisi II DPRD Kota P.Sidimpuan akan memanggil pihak Bapedalda setempat dan juga manajemen PT Virco terkait pencemaran sungai BT Ayumi tersebut.

“Pekan depan, kita akan mengadakan pertemuan dengan Bapedalda dan pihak PT Virco. Membahas kebocoran limbah yang menggenangi sungai BT Ayumi tersebut,” ungkapnya.

Analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*