CES: Pemkab Harus Membangun Budaya Sadar Wisata di Tapanuli Tengah

(Photo: Griyawisata.com), Menyaksikan berbagai tempat wisata yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni Bukit Anugerah tempat wisata yang dibangun di Bonan Dolok, Sitahuis. Dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, panorama yang indah dapat disaksikan dari lokasi mulai dari hamparan pulau - pulau, kota Pandan dan kota Sibolga hingga pemandangan yang perpaduan Perbukitan, Pantai dan Lautan.

Pandan (AKS), Kabupaten Tapanuli tengah (Tapteng) sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli tengah membangun budaya sadar wisata dan sapta pesona, Kata Direktur Eksekutf Civil Education Society (CES) Manuntun Sinaga; “itu sebagai kondisi ideal yang menunjukkan kesiapan masyarakat menerima Visitor atau Pengunjung, baik pengunjung dalam negeri maupun Pengunjung dari luar negeri yang datang ke Kabupaten Tapanuli tengah,” Katanya di Pandan, Selasa (10/4)

Dia menjelaskan kesadaran wisata harus dibangun sejak dari masing masing individu sehingga pada akhirnya membentuk masyarakat maupun kelompok yang lebih besar lagi yang memiliki kepedulian dan kesadaran tinggi terhadap pembangunan pariwisata di Kabupaten Tapanuli tengah.

Manuntun Sinaga mengatakan, dalam upaya menyiapkan Kabupaten Tapanuli tengah sebagai daerah tujuan wisata yang ideal untuk wisatawan yang berkunjung diperlukan pemahaman yang lebih baik tentang konsep sadar wisata di kalangan masyarakat Tapteng.

Untuk itu, Masyarakat yang berada dilingkungan objek wisata menjadi sasaran pemberdayaan dan upaya peningkatan kesadaran terhadap pembangunan pariwisata sehingga saat menerima wisatawan yang berkunjung, mereka mampu melayani dengan baik dan meyenangkan.

Direktur CES mencontohkan, Kabupaten Tapanuli tengah yang memiliki potensi objek wisata yang beragam dari bangunan cagar alam, desa wisata, pantai pegunungan hingga seni budaya.

“Semua objek wisata tersebut perlu dijaga kelestariannya dan dikelola secara profesional agar dapat menarik wisatawan” Jelas Sinaga.

Baca Juga :  Medan Panas, Suhu 3 Hari Berturut Capai 35,4oC

Lebih lanjut pria yang merupakan staf pengajar di SMP Negeri 2 Manduamas itu mengatakan, dalam upaya mensosialisasikan gerakan sadar wisata di perlukan proses panjang, namun dari proses tersebut di harapkan memperoleh hasil yang optimal.

Dalam hal ini Manuntun Sinaga juga berharap para Pedagang di lokasi objek wisata untuk berbenah diri membangun kesadaran moral menuju suksesnya sejuta pesona di Tapteng yang mengandung tentang kebersihan, kenyamanan, keindahan, aman dan memberikan kenangan manis bagi wisatawan.

“Dengan Lingkungan yang bersih serta nyaman, otomatis akan menarik perhatian para wisatawan ke objek objek wisata di Kabupaten Tapanuli tengah dan sekitarnya” ujarnya. (Naga_Bonor)

Photo: griyawisata.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. informasi tempat2 wisata & event2 yg akan berlangsung (bsia via tv, surat kabar, dll)

  2. Hal-hal yang disukai pendatang ke suatu tempat wisata adalah:
    1. Arus Transportasi murah dan mudah dan aman.
    2. Penginapan terjangkau dompet bagi pendatang.
    3. Makanan/Minuman mempunyai standar harga yang sama dan dapat dijangkau.
    4. Karakter dan sifat masyarakat yang sekitarnya yang harus welcome dan tidak mempunyai sifat pemaksaaan dalam bentuk apapaun.
    5. Didukung sarana Hiburan dan aman.
    6. Ciri Kas baik berupa barang maupun makanan atau hal lainnya benar-benar terjangkau dompet pendatang.
    7. Barang berupa Oleh-oleh yang diperjualbelikan pedagang terjangkau dan mempunyai lingkungan yang menyenangkan dan rasa aman (ini kadang pembeli yang menjadi takut bosss….)
    8. Hapuskan sifat karakter pedagang yang mempunyai sifat ” HOLAN SAHALI on DO RO ON TU SON, NANGGO APALA ON DA”. Sehingga sifat ini membuat Pedagang sering membuat calon Pembeli atau yang mau hendak melihat-lihat tidak nyaman dari rasa aman sebagai Pembeli.
    9. Tidak mempuyai sifat dan karakter pemaksaan baik oleh Pedagang-pedagang maupun masyarakat sekitarnya dalam hal berkomunikasi.
    10. Sarana Komunikasi yang memadai.
    11. Molo adong na hurang sian nomor 1 dohot 10 diatas, silakan tambahkan sebagai masukan hal lainnya untuk pengembangan suatu tempat wisata.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*