Cewek Penghasut Massa Minta Maaf

60383513f015c858fefb4ab0817eb76e89877e0 Cewek Penghasut Massa Minta Maaf Cewek yang disangka menghasut massa agar menyerang dan merusak Mapolresta Pematangsiantar, EP br S (28), warga Kampung Bandar Tongah, Kelurahan Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungu, meminta maaf kepada instansi yang merasa dirugikan akibat kekeliruannya. EP br S sendiri telah ditahan di Mapolresta Pematangsiantar sejak Rabu sore (18/8).

“Saya meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat yang merasa dirugikan akibat perbuatanku. Kalau aku tahu begini jadinya, aku tak akan melakukannya,” ujar honorer PKK Simalungun itu, di Mapolresta Siantar, Jumat (20/8).

Sambil menundukkan wajah dan di ruang pemeriksaan Polresta Siantar, EP br S juga mengaku menyesal telah memanggil temannya, Serda ED untuk membantu mengambil sepedamotor Yamaha Vega BK 6257 WJ miliknya yang ditilang petugas Sat Lantas Polresta Siantar.

“Aku hanya mengajak Serda ED untuk membantu mengambil kereta-ku yang ditilang polisi. Tapi aku tidak ada mengajak teman-teman Serda ED untuk melakukan kekerasan ataupun tindakan anarkis,” kata EP br S.

Melalui METRO, EP br S meminta aparat hukum meringankan hukuman kepada dirinya. “Saya meminta kepada aparat penegak hukum untuk meringankan hukuman saya,” katanya sembari meneteskan air mata.

EP br S juga mengaku tidak menduga Serda ED membawa puluhan orang untuk melakukan pengrusakan di Mapolresta Siantar.

“Semula aku sudah bilang kepada Serda ED, ‘Apa-apaan ini yang kalian lakukan ini?,” sebut EP br S.

Namun saat itu, kata EP br S, Serda ED yang ditemani puluhan orang mengatakan agar EP br S tenang menyaksikan tindakan mereka di Mapolresta Siantar.

Baca Juga :  Rahudman Resmi Jadi Terdakwa, Kejatisu Minta Waktu Limpahkan Kasus ke Pengadilan

“Tenang saja kau di situ, lihat aja apa yang terjadi,” kata EP br S menirukan ucapan Serda ED.

Malam itu, katanya, sambil menyaksikan pengrusakan yang dilakukan oknum TNI di Mapolresta Siantar, EP br S sempat berteriak, “Matilah kalian, Polisi!”

Sementara Komar Karo-karo (29), petugas Banpol di Mapolresta Siantar yang menjadi korban pengeroyokan massa mengatakan tidak memberikan maaf kepada EP br S.

“Saya tidak mau memaafkan EP br S. Sebab ia dalang keributan di Mapolresta Selasa malam lalu. Apalagi aku yang menjadi korban pemukulan mereka,” ujarnya.

Kemarin, saat juru periksaa (juper) membacakan pasal yang dikenakan kepadanya, EP br S terkejut. Sebab ia diancam Pasal 160 dan atau Pasal 170 subs 351 dan Pasal 363 jo Pasal 55, 56 KUHPidana dengan ancaman penjara 9 tahun kurungan.

Kapolresta Pematangsiantar AKBP Fatori SIk melalui Pabungpen Kompol Muslim Mhd saat dikonfirmasi mengatakan, tersangka telah melakukan penghasutan atau menyuruh orang lain melakukan tindak pidana kekerasan dan melakukan penganiayaan secara bersama-sama di muka umum.

“EP br S ditahan berdasarkan laporan Komar Karo-Karo yang menjadi korban pemukulan,” kata Muslim.

Pengakuan EP br S sebelumnya, sepedamotor Yamaha Vega BK 6257 WJ yang menjadi ‘biang’ penyerangan Polresta Siantar adalah miliknya. Selasa pagi (17/8), sepedamotor tersebut dipinjam adiknya, MR (25). Selanjutnya MR jalan-jalan ke Kot Pematangsiantar bersama temannya, Ag. Hingga kemudian sepedamotor tersebut ditilang petugas Sat Lantas Polresta Pematangsiantar karena dikendarai melawan arah di Jalan Sutomo. Selain itu, MR dan Ag tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Baca Juga :  Diduga Terlibat Perampokan Bank CIMB Niaga Aksara, 2 Pria asal Langkat Ditangkap

Usai ditilang, keduanya pulang. Mereka melapor kepada EP br S bahwa sepedamotor ditilang oleh Rd, petugas Satlantas Polresta Siantar. Selanjutnya EP br S melaporkan penilangan tersebut kepada sepupunya, Serda ED.

Malamnya, sekira pukul 19.00 WIB, EP br S mendatangi Mapolresta Pematangsiantar untuk meminta kembali sepedamotornya yang ditahan. Oleh petugas di Mapolresta, EP br S dianjurkan mengurus kendaraannya keesokan harinya sambil melengkapi surat-surat. Namun EP br S bertahan dan mendesak agar sepedamotornya bisa dikeluarkan malam itu juga.

Setelah berdebat dengan petugas, sekira satu jam kemudian, datanglah puluhan massa yang di antaranya oknum TNI. Diduga EP br S yang menggerakkan mereka untuk melakukan pengeroyokan serta pengrusakan di Mapolresta Pematangsiantar.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_SIANTAR/Cewek_Penghasut_Massa_Minta_Maaf

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*