Chevron Incar WKP Sorik Merapi, Mandailing Natal

www.detikfinance.com

Jakarta – Chevron Geothermal Indonesia, Ltd (CGI) mengincar Wilayah Kerja Panas Bumi Sorik Merapi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Demikian disampaikan Manager Policy, Government, and Public Affairs Chevron Geothermal and Power Operations Usman Slamet saat dihubungi detikFinance , Selasa (2/2/2010).

“Kita ikut tender di sana, sekarang kami sedang menyusun proposal penawaran untuk tahap pra kualifikasi yang batas waktunya bulan depan,” kata Usman.

Ia menyatakan, alasan pihaknya meminati panas bumi Sorik Merapi karena potensi cadangannya cukup besar. Jika menjanjikan secara ekonomis, rencananya Chevron akan membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di sana.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 02 tahun 2010, PLTP Sorik Merapi dengan kapasitas 1×55 MW masuk dalam proyek 10.000 MW tahap II yang akan dikerjakan oleh pengembang listrik swasta (Independen Power Producer/IPP).

“Berdasarkan data yang kita miliki WKP ini bagus,” ujar dia.

Usman mengakui, saat ini pihaknya memang terus mencari peluang-peluang untuk masuk dalam pengembangan panas bumi di Indonesia .

“Kita memang terus mempelajari prospek-prospek yang ada,” katanya

Pada kesempatan yang sama, Usman mengatakan, saat ini pihaknya juga masih melakukan kajian terhadap kapasitas reservoar, sebelum membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Darajat Unit 4, Jawa Barat yang masuk dalam proyek 10.000 MW tahap II dilakukan.

Baca Juga :  Jalan Angkola Timur Tapsel Longsor

“Ini masih dalam proses kajian, diharapkan kajiannya selesai akhir tahun ini, dari situ kita evaluasi jumlah sumur dan berapa kapasitas PLTP yang akan dibangun,” ungkapnya.

Usman juga belum dapat memperkirakan berapa besar dana yang akan dialokasikan untuk PLTP yang diharapkan memiliki kapasitas 110 Megawatt tersebut.

“Dari hasil kajian, kita baru tahu berapa investasinya. Yang jelas untuk pendanaan 100 persen berasal dari equity perseroan,” tandasnya.

(epi/dnl)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*