Chiara Sempat Tunggu Keluarga di Bandara Changi, Kini Sebatang Kara

SURYA/Ahmad Zaimul Haq Kerabat membawa foto keluarga Hermanto Tanus di Crisis Center Bandara Juanda, Senin (29/12/2014). Tampak di foto Chiara (kaos kuning) bersama saudara dan kedua orangtuanya.

SURABAYA, Chiara Natasya Tanus (15) tidak menyangka keluarganya akan menjadi korban pesawat AirAsia QZ8501, Minggu (28/12/2014) lalu. Padahal dia sempat menunggu kedatangan keluarganya di Bandara Changi, Singapura pada hari itu.

Sekarang Chiara menjadi yatim piatu. Kedua orang tuanya, Hermanto Tanus (40), Liangsih Indahju (38) ikut menjadi korban pesawat tujuan Singapura tersebut. Begitu pula dua saudaranya, Geovani Nico (17), dan Geovani Justin (9).

Kakak Hermanto Tanus, Linda Patricia Tanus menyebutkan tujuan Hermanto dan keluarganya ke Singapura untuk menjenguk Chiara dan menikmati liburan Natal. Rencananya keluarga ini akan kembali ke Indonesia pada Jumat (2/1/2015) nanti.

Chiara sendiri sekolah di Methodist Girls School (MGS). Sebelum berangkat ke Singapura, Hermanto sudah menghubungi Chiara.

“Chiara menunggu di Bandara Changi sejak Minggu pagi,” kata Linda kepada Surya Online, Senin (31/12/2014).

Selama berada di Bandara Changi, Chiara tidak mendapat informasi apapun. Chiara tetap berada di bandara setelah jadwal landing pesawat AirAsia QZ8501 berlalu.

Dia tidak mendengar informasi apapun, termasuk pesawat AirAsia yang putus komunikasi di atas perairan Pangkalan Bun. Setelah beberapa lama menunggu, Chiara kembali ke asramanya.

Chiara tetap tidak mengetahui bila keluarganya gagal sampai Singapura. Dia baru mengetahui setelah diberitahu keluarga lain bahwa orang tuanya tidak bisa ke Singapura.

Baca Juga :  Gayus: Presiden Tahu Pemain Kakap

“Kami tidak memberitahu soal insiden pesawat itu. Dia mengetahui sendiri dari internet dan televisi,” ucap Linda.

Linda menyebutkan, setelah pesawat AirAsia putus komunikasi, keluarga mendekati Presiden Direktur AirAsia, Sunu Widiatmoko. Keluarga mengungkapkan bahwa ada satu anak Hermanto yang masih berada di Singapura.

“Saya katakan, bila AirAsia peduli pada keluarga korban, tolong bawa Chiara pulang. Akhirnya Chiara bisa pulang,” ujar Linda.

(Zainuddin/SURYA)/KOMPAS.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*