Cirus Tahu 5 Jenderal Terima Miliaran Uang Gayus

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Jaksa Cirus Sinaga (kanan) dan Fadil Regan, yang menangani kasus mafia pajak Gayus Tambunan, memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, beberapa hari yang lalu.

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA – Sedikit demi sedikit rahasia di balik tidak ditahannya jaksa Cirus Sinaga, tersangka kasus mafia hukum bersama Gayus Tambunan terus terbuka.

Informasi terbaru menyebut Polri tidak menahannya kendati sudah lama ditetapkan sebagai tersangka karena menyangkut rahasia atau kartu truf lima jenderal Mabes Polri yang dipegang Gayus.
Informasi terbaru ini dilansir Ketua Presididum Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane, saat diskusi di gedung DPR, Kamis (27/1/2011).

Menurut Neta, jaksa pemeriksa berkas Gayus Tambunan pada perkara pertama kali 2009, Cirus Sinaga orang yang dianggap paling penting bagi institusi kepolisian.
Cirus saksi kunci atas kasus Gayus. Cirus lah yang paling tahu aliran dana dari Gayus kepada lima jenderal polisi.

Neta meliris inisial lima Pati Polri yang diduga menerima suap dari Gayus Tambunan, yakni P, E, R, I, S. Satu lagi Pati Polri berinisial H, sebelumnya tugas di Divisi Propam Polri.

Saat kasus mafia pajak dan mafia hukum yang melibatkan Gayus dibuka mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji, 2010, mencuat bebetapa nama jenderal, di antaranya mantan  Wakapolri Komjen (Purnawirawan) Makbul Padmanegara, mantan Direktur III Khusus Bareskrim Brigjen Edmon Ilyas, Direktur III Khusus Bareskrim Brigjen Raja Erisman, bahkan Susno juga disebut-sebut kebagian dana dari Gayus.
Selain mereka masih ada anggota polisi seperti Kompol Arafat dan AKP Sumartini.

Baca Juga :  Perawatan Jalan Kabupaten Kurang Diperhatikan

Cirus diyakini Neta tahu persis soal suap ini sehingga Polri  seakan lama untuk menetapkan Cirus sebagai tersangka terkait kasus Gayus.

“Cirus itu teramat isitmewa bagi kepolisian. Dugaan kami, kalau tersangka, Cirus akan bernyanyi. Itu yang jadi kekhawatiran Polri,” ujarnya.

Soal Pati Polri yang kami duga menerima suap dari Gayus itu, sudah kami serahkan namanya ke KPK. Untuk itu, kami meminta KPK untuk secepatnya menangani kasus Gayus Tambunan.

KPK harus mengungkap uang Rp 28 miliar milik Gayus yang diblokir.
Di disitu akan terlihat, aliran uang Gayus  ke mana saja, asal muasal darimana  dan siapa yang bekingi Gayus.  Yang penting juga, bila ini diungkap, akan ketahuan  berapa uang  yang diterima Cirus dari Gayus,” kata Neta.

Neta menyebut Cirus tahu persis ada lima petinggi Polri yang kecipratan uang Gayusn. Uang yang dialirkan Gayus kepada ke 5 perwira, terdiri atas 4 aliran masing-masing, Rp 750 juta, Rp 1 miliar, Rp 2 miliar, Rp 2,5 miliar.

“Cirus tahu persis. Jadi, Cirus begitu istimewa bagi kepolisian. Kami menduga, kalau dijadikan tersangka, maka Cirus akan bernyanyi. Ini, yang jadi kekhawatiran Polri,” kata Neta.
Posisi dan status Cirus memang agak aneh. Institusi yang menaungi Cirus, yakni Kejakaksaan Agung, sudah lama memberi izin Cirus diperiksa polisi.

Tetapi dari pihak penyidik Polri, terkesan tarik ulur dna cenderung takut justru senjata makan tuan.

Baca Juga :  Dinasti Politik di Daerah Harus Dicegah

Janji Pecat
Lima perwira tinggi Polri yang diduga menerima suap dari Gayus Tambunan, ternyata sudah diketahui kalangan anggota Komisi III DPR, yang membidangi masalah hukum dan HAM. Vokalis  Komisi III dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengaku, lima dari Pati Polri penerima suap Gayus yang diungkap Indonesian Police Watch (IPW) dalam waktu dekat akan dipecat Kapolri Jendral Polisi Timur Pradopo.

“Saya sudah mendengar soal dugaan itu. Dan mereka, (ke lima Pati Polri) yang dimaksud, akan diberi sanksi berat. Dalam waktu dekat. Bahkan, ada yang akan kena sanksi pemecatan,” kata Bambang.(tribunnews/yat/wil)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Ya asal jangan hanya sekedar isu yang enak di dengar dan dibicarakan aja tentang hal tersebut. Kalau mau berantas Korupsi di Ibu Pertiwi ini, maka yang pertama harus di Berantas adalah di Kalangan Kepolisian dan kejaksaan terlebih dahulu, barulah masuk ke pejabat-pejabat pemerintahan lainnya…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*