Conservation International (CI) Harus Bertanggung Jawab Soal Tata Batas

Panyabungan, Persoalan tata batas Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) terus menyisakan polemik berkepanjangan.

Selain Pemda Mandailing Natal dan jajaran Kementrian Kehutanan, Conservation International (CI) merupakan pihak yang seharusnya ikut bertanggung jawab terhadap tata batas TNBG di daerah Madina.

Hal ini disampaikan Syafruddin Lubis Koordinator Batang Pungkut Green Conservation (BPGC) didampingi Sekretaris Ahmad Efendi Lubis, kepada wartawan di Panyabungan beberapa hari lalu.

Syafruddin menjelaskan conservation international lembaga yang hadir di Madina jauh sebelum keluarnya Keputusan Menteri Kehutanan RI No. SK-126-Menhut-II/2004 tanggal 29 April 2004 tentang penunjukan Taman Nasional Batang Gadis. CI juga menjadi lembaga yang pertama kali mengadakan MOU dengan Pemda Madina pasca keluarnya SK Menhut tepatnya tanggal 17 Juni 2004 atau dua bulan setelah pembentukan TNBG.

“CI lembaga international yang hadir di Madina sebelum deklarasi TNBG dan lembaga yang pertama mengadakan MoU dengan Pemda pascakeluarnya SK Menhut yaitu 2 bulan pasca SK Menhut dan sampai hari tetap mempunyai program di TNBG,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah Kabutapen Mandailing Natal tengah berupaya untuk menyelesaikan tata batas TNBG dengan membentuk tim terpadu. Untuk itu, sudah seharusnya Conservation international melalui programnya Sustainable Landscapes Partnership (LSP) turut serta memberikan dukungan penuh baik dalam hal donasi atapun tenaga ahli untuk penyelesaian tata batas ini.

“Bila seandainya CI lepas tangan dalam pengelolaan tata batas ini, pemerintah daerah seharusnya bersikap tegas, bila perlu dilakukan pemutusan kerjasama dengan CI” lanjut Syaf.

Baca Juga :  Gaji Belum Lunas, PSMS Terancam Sanksi

Lebih lanjut Syaf menjelaskan, dalam MoU CI dengan Pemkab Mandailing Natal, yang di tanda tangani pada sebelas Juli 2012. Dalam pasal 3 tentang ruang lingkup kerjasama.

Pasal ini tidak akan mungkin dilaksanakan mengingat tidak adanya tata batas yang jelas, konservasi harus mempunyai tempat yang jelas sehingg tata batas harus diselesaikan.

“Kita berharap dana 20 Juta dollar Amerika yang didapatkan CI dari the wilton family foundation dan Usaid tidak hanya dihabiskan untuk acara-acara seremonial belaka seperti yang terjadi dua tahun ini, juga mengingat MOU tersebut akan berakhir dua tahun ke depan” katanya.

Conservation International adalah organisasi yang mendapatkan pembiayaan organisasi dari tahun 2002 sampai sekarang dari donasi international tapi yang disesalkan adalah kegiatan-kegiatan conservation international di Madina tidak berpengaruh signifikan, karena terindikasi conservation international lebih mementingkan laporan-laporan administratif kepada para donaturnya daripada menjalankan program sebagai mana yang tertuang dalam dokumen SIAP sebagai turunan dari MoU tersebut.

Selama 10 tahun TNBG seharusnya tata batas sudah dapat diselesaikan mengingat TNBG adalah satu-satunya Taman Nasional yang dideklarasikan oleh rakyat. Bukan malah seperti kejadian sekarang, TNBG menyimpan potensi konflik tata batas, dan seolah isu konflik tata batas ini dipelihara pihak tertentu agar dapat menjadi isu yang seksi mengiringi keanekaragaman hayatinya.

Dia juga mengharapkan semua pihak agar memberikan dukungan penuh kepada tim terpadu penyelesaian tata batas ini, agar tata batas ini tidak menjadi bara api yang kelak bisa membakar apa saja. (man)

Baca Juga :  Pengguna Facebook Dihantui Aksi 'Likejacking'

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*