Copot Sekdakab Palas!

PALAS- Copot Sekdakab Padang Lawas Gusnar Hasibuan dari jabatannya! Itu lah poin penting yang dicetuskan sejumlah tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, dalam Refleksi Akhir Tahun 2011 di Wisata Aek Milas Paringgonan, Sabtu ( 31/12) malam.

Dalam pertemuan itu seratusan orang menyepakati petisi yang diberi nama Petisi Aek Milas. Petisi adalah permintaan secara tertulis yang ditandatangi oleh lebih dari seorang kepada pemegang otoritas (pemerintah, lembaga, atau petingginya) untuk melakukan sesuatu.

Orang-orang di balik petisi itu adalah Tongku Halik Hasibuan dan lainnya, H Lukman Nasution, H Ibarhim Daulay, Suwandi Siregar dan lainnya, serta tokoh politik, Syarifuddin Hasibuan, Ken Ken Hasibuan, Abdul Rahman Daulay, Ali Tohir Batubara Idham Butar-Butar, Aswin Kurnia, Firdaus Hasibuan, Bonardon Nasution, Sunardy Daulay dan Sufriyady Hasibuan, dan Yunus Nasution.

Dalam kesempatan tersebut, forum menegaskan keberadaan Petisi Aek Milas bukan forum tandingan gerakan oposisi pemerintah soal kepemimpinan Basyrah Lubis SH dan Ali Sutan  Harahap. Juga bukan pula sebagai kroni pemimpin berkuasa sekarang ini. Lebih tepat disebut sebagai forum yang memberi kontribusi pemikiran dalam membangun daerah.
Dari sekian notulen hasil petisi tersebut, satu di antaranya adalah pemikiran dinamika kelemahan  birokrasi pemerintah daerah Palas tidak bisa dimungkiri karena lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) pimpinan SKPD, dalam hal ini Sekdakab Palas.

Kemudian, terciptanya situasi tidak kondusif atau munculnya hujatan kepemimpinan Bupati Basyrah-Wabup, TSO dari beberapa elemen termasuk Gema Palas belakangan ini dari PMII sendiri adalah suatu bukti bahwa Drs Gusnas Hasibuan tidak mampu mengakomodasi semua persoalan yang muncul di jajaran SKPD.

Baca Juga :  Di Paluta Laka Lantas Nihil Selama Lebaran

Dari hasil pengamatan tersebut petisi menetapkan agar Bupati Palas dan Wakil Bupati Palas serta DPRD Palas segera menonaktifkan Gusnar Hasibuan sebagai Sekdakab Palas. Dalam kesempatan itu dihasilkan juga agar masyarakat lebih-lebih yang sudah menjadi tokoh dari berbagai elemen, agar jangan mudah terpancing dengan imej negatif yang bisa melumpuhkan pembangunan di Palas. (amr)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. saya setuju denga pemikiran-pemikran tokoh masyaraktat yang seperti itu,membuat kebijakan sendiri tanpa ada pemikiran pemerintah dan lembaga lain tentang kemajuan daerahnya..

    maju terus…bangun padanglawas

    • soal pencopotan sekdakab palas saya tidak komen yang penting kesadaran sendiri keluar dari jabatannya..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*