CPNS Gate Paluta; Setor Rp 150 Juta Bisa Jadi CPNS

Sumber: www.suarakarya-online.com

MEDAN (Suara Karya): Aparat penegak hukum didesak untuk menindaklanjuti laporan kecurangan seleksi penerimaan CPNS (calon pegawai negeri sipil) Padang Lawas Utara (Paluta) tahun 2009 sebagaimana yang dilaporkan sejumlah elemen masyarakat ke DPRD Sumatera Utara (Sumut).

“Kami minta aparat penegak hukum (kepolisian) segera mengusut kecurangan CPNS, terlebih ada dugaan keterlibatan putra pejabat Paluta dalam seleksi CPNS di sana,” kata anggota Komisi A DPRD Sumut, Sudirman Halawa, kepada wartawan, Senin.

Komisi A DPRD Sumut sendiri, menurut Sudirman, berkomitmen menindaklanjuti setiap kecurangan dalam seleksi CPNS di Sumut.

“Karena itu, laporan soal dugaan kecurangan di Paluta juga pasti kami tindaklanjuti,” tutur politikus Partai Golkar ini.

Dia mengatakan, kasus dugaan kecurangan seleksi CPNS di Paluta menjadi menarik karena diduga melibatkan putra pejabat Paluta yang ikut mencalonkan diri dalam pilkada Tapanuli Selatan (Tapsel). Sebab, dikhawatirkan ajang seleksi CPNS itu digunakan untuk mengumpulkan modal mengikuti pilkada.

“Kami (Komisi A) juga akan segera membentuk pansus seleksi CPNS di Sumut. Dan, laporan soal dugaan kecurangan seleksi CPNS Paluta akan menjadi salah satu agenda utama pansus. Kami tidak ingin seleksi CPNS Paluta 2009 menjadi preseden buruk di kemudian hari.

Karena itu, penuntasan dugaan kecurangan tersebut harus dilakukan demi perbaikan seleksi CPNS di Sumut ke depan,” ujarnya, tegas.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen, di antaranya Jaringan Mahasiswa Pemantau Pemerintahan Tapanuli Bagian Selatan (JMPP Tabagsel), Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara, Ikatan Mahasiswa Tapanuli Selatan, dan Badko HMI Sumut, berunjuk rasa ke gedung DPRD Sumut. Mereka menuduh 75 persen peserta seleksi CPNS Paluta yang lulus disinyalir terindikasi melakukan kecurangan.

Baca Juga :  Masyarakat Minta Pemkab Palas Tinjau Ulang Izin DVP

Mereka menduga ada mafia CPNS bergentayangan. Sebab, ada peserta seleksi CPNS Paluta 2009 yang tidak ikut ujian namun bisa lulus. Setelah ditelusuri, peserta ternyata menyetorkan Rp 120-150 juta agar bisa lulus menjadi CPNS di kabupaten yang baru terbentuk itu. (M Tampubolon)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. jd gmn org yang gak punya duit? 150jt????????
    kurang lagi ya gaji tu?tunjangan…..bla2…. masih kurang ya uang masuk nya?
    mana orang na tu?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*