Cuaca Tak Menentu, Madina Rawan Longsor

MADINA-Sepekan terakhir, keberadaan cuaca di Kabupaten Madina tak menentu, kadang mendung, panas dan curah hujan tinggi. Akibatnya, badan jalinsum banyak yang tergenang air dan dikhawatirkan menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Juga rawan longsor dan menimbulkan penyakit.

Kondisi cuava yang tak menenru ini umumnya terjadi di Kecamatan Siabu, Kotanopan, Muara Sipongi dan daerah pantai barat serta lainnya.

149004132e6c58b4a331b82b20d32feb2f4438b7 Cuaca Tak Menentu, Madina Rawan Longsor
CUACA-Kondisi cuara yang tak menentu di Kabupaten Madina banyak menimbulkan permasalahan, seperi longsor, penyakit dan yang lainnya.

Amatan METRO seminggu terakhir di Ibukota Madina, Kota Panyabungan, cuaca tak menentu kadang hujan turun di pagi hari, siang dan sore hingga malam. Ironisnya hujan datang saat cuaca yang cerah, dan curah hujan akan deras ketika malam hari. Namun hingga hari ini, Minggu (23/10) belum ada dikabarkan banjir dan bencana alam.

Di Panyabungan, cuaca yang tak menentu ini telah mempengaruhi kesehatan masyarakat terutama anak-anak. Karena, terik panas matahari di siang hari tidak memastikan hujan tak datang meski terlihat cerah, namun hujan terus mengguyur dan ini sudah biasa terjadi seminggu ini.

Seorang warga Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Halimah mengatakan, ketidak menetuan cuaca ini telah mempengaruhi kesehatan anak-anaknya, tiga anaknya jatuh demam dan flu akibatnya.

”Seminggu ini tiga anakku demam, dibilang dokter memang cuaca seminggu ini tak stabil,” katanya, Minggu (23/10).
Beda lagi, di sejumlah Kecamatan di Pantai Barat Madina, warga pantai barat menyebutkan seminggu ini curah hujan memang tinggi. Bukan hujan deras yang dimaksudkan tetapi hujan yang terus mengguyur telah menimbulkan longsor, terutama di jalan lintas pantai barat Kecamatan Batang Natal dan Batahan.

Baca Juga :  Sanksi FIFA untuk Indonesia Ditunda Februari 2013

Warga lainnya, Aswan Lubis kepada METRO menyebutkan, di sepanjang jalan lintas Kecamatan Batang Natal hampir setiap hari terjadi longsor. Hal ini disebabkan, di sepanjang jalan banyak ditemukan bukit dan jurang yang selalu menanti korban yang diperparah dengan kondisi badan jalan yang rusak.

”Hampir setiap hari terjadi longsor. Beruntunglah ada alat berat yang selalu stand by di sini sehingga kemacetan dapat teratasi,” sebut warga desa Parlampungan ini.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Madina, Zulkhairi Pulungan mengingatkan seluruh masyarakat Madina agar lebih berhati-hati dalam situasi seperti ini. Karena, dengan situasi yang tak menentu besar kemungkinan akan terjadi bencana banjir atau bencana alam lainnya.

Katanya, Kabupaten Madina masuk ke dalam type A secara nasional yang rawan bencana alam. Hal ini dikarenakan banyaknya pegunungan dan sumber air atau sungai.

”Pemkab ingatkan seluruh masyarakat agar lebih hati-hati dengan stuasi ini karena saat seperti ini rentan dengan bencana alam di Madina yang rentan adalah banjir dan longsor,” sebut Zulkhairi. (wan/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*