Cuaca Tidak Menentu Warga Diimbau Waspada

SIDIMPUAN – Kondisi musim yang tidak menentu seminggu  belakangan di wilayah Kota Padangsidimpuan (Psp) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) kedua daerah angkat bicara.

Instansi ini menghimbau masyarakat agar waspada terhadap musim yang tak menentu dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi cuaca yang tak menentu ini akan memudahkan timbulnya penyakit menular maupun penyakit musiman lainnya seperti, demam, pilek, diare, mencret dan lain sebagainya. Penyebabnya, karena perubahan cuaca akan menyebabkan lingkungan yang kurang bersih.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Psp, Drg Doria Hafni Lubis MKes mengatakan, faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Untuk itu Dinkes menghimbau masyarakat Kota Psp, untuk menjaga kebersihan lingkungannya saat cuaca yang tak menentu saat ini.

Karena menurutnya, lingkungan yang kotor merupakan sarana yang baik bagi bakteri sebagai penyebab penyakit untuk berkembang biak, seperti nyamuk, lalat dan lainnya. Biasanya pada musim hujan akan sangat mudah berkembang biak yang dapat menyebarkan penyakit bagi manusia atau orang disekitarnya.

“Kita harus menerapkan PHBS agar terhindar dari penyakit khususnya musiman seperti belakangan ini musim hujan. Perlu kita waspadai bersama dan caranya agar terhindar dari penyakit adalah menerapkan PHBS atau Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ini,” anjurnya.

Kemudian dikatakannya, cuaca yang tidak menentu ini bisa saja bermunculan penyakit musiman jika lingkungan kotor seperti malaria, demam berdarah, ISPA, pilek, batuk, flu, diare dan lain sebagainya. Dimana dikatakannya, jika di biarkan maka akibatnya penyakit tersebut dapat makin parah dan membutuhkan perawatan yang insentif dan mengelurkan banyak biaya.

Baca Juga :  Daerah Padang Lawas Utara (Paluta) Terima Kucuran Dana Rp10,8 Miliar

“Waspadai perubahan cuaca, karena dapat menyebabkan penyakit ke tubuh manusia yang diakibatkan oleh lingkungan yang kotor. Yang merupakan tempat yang disukai bakteri penyebab penyakit untuk bersarang dan berkembang biak,” ujar Drg Doria Hafni Lubis MKes.

Upaya terbaik untuk menanggulanginya adalah masyarakat waspada dengan menerapkan PHBS atau PMS, membersihkan lingkungan jangan sampai kotor karena tempat kotor merupakan tempat yang paling disukai bakteri pembawa bibit penyakit untuk bersarang dan berkembang biak.

“Jangan sampai kita menjadi korbannya hanya karena kelalaian kita dan anggap remeh karena akibatnya bisa fatal, baik dari segi kesehatan maupun dari segi ekonomi. Kita harus mengantisipasinya sejak dini, jika ada keluhan segera datangi petugas atau sarana kesehatan terdekat agar segera dilakukan penanganan secepatnya,“ imbaunya.

Kadiskes Tapsel dr Ali Sahbana Siregar melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Penyakit (Kabid PMK), dr Sri Khairunnisa menyikapi masalah jajanan sembarangan anak-anak sekolah. Karena rata-rata anak-anak masuk rumah sakit didiagnosa karena terserang penyakit tifus.

Penyakit tifus ini katanya biasanya berasal dari makanan yang tidak bersih dan lingkungan yang kotor. “Makanya kita imbau agar masyarakat menerapkan PHBS,” ucapnya. (phn/mer)

SUmber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Sijago Merah Mengamuk, 2 Rumah di Sibuhuan Ludes Terbakar

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*