Curah Hujan Tinggi, Jalan Pantai Barat Madina Longsor

Panyabungan, (www.analisadaily.com)

hujan Curah Hujan Tinggi, Jalan Pantai Barat Madina Longsor Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir ini mengakibatkan beberapa ruas jalan di Mandailing Natak teritama di sepanjang jalan antara Jembatan Bosi Kecamatan Panyabungan Selatan menuju Pantai Barat Madina mengalami longsor, sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas dari dan ke daerah itu.

Seperti yang terjadi di Desa Sigala-gala kecamatan Batang Natal terjadi tanah longsor dengan tumbangnya batang pohon yang akarnya menimpa badan jalan provinsi di daerah tersebut.

Menurut penuturan warga hal tersebut sudah menjadi pemandangan biasa jika musim penghujan pasti ada tanah longsor mengingat kondisi sepanjang jalan yang berbukit dan sangat rawan terjadi longsor.

“Kalau penghujan kita sudah menduga akan ada yang longsor, seperti kemarin di Desa Sigala-gala terjadi tanah longsor menimpa badan jalan, sempat memacetkan arus lalu lintas, hanya roda dua yang lewat.

Selang beberapa jam kemudian baru bias lewatm” ujar Mara Halim salah seorang warga kepada wartawan beberapa waktu lalu di Panyabungan.

Pengakuan senada juga disampaikan pengguna jalan Rusdi Batubara yang sering melewati rute ini bahwa longsor sudah menjadi pemandangan biasa akibat labilnya tanah/bukit sepanjang jalan Jambatan Bosi menuju pantai barat.

Dijelaskannya, dalam tiga hari terakhir ini longsor terjadi pada sepuluh titik menuju pantai barat. “Kalau kita tidak ekstra hati-hati bisa membuat kita celaka apalagi pada musim penghujan seperti sekarang ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Tapsel Mahmud S.Ag: Jangan Hanya karena Uang Daerah Tergadai

Namun dia cukup menyayangkan banyaknya pungutan liar (pungli) pada setiap titik yang longsor oleh beberapa oknum masyarakat dengan alasan sudah menutupi badan jalan yang berlubang dan longsor untuk bisa dilewati kenderaan bermotor.

“Seperti yang terjadi di desa Sigala-gala itu masa untuk melewatkan kenderaan roda dua harus membayar sebesar Rp.15.000 tentu itu sangat meresahkan bagi kita pengguna jalan ini,” ujarnya.

Padahal menurutnya, ada dinas yang bertangung jawab untuk membersihkan dan memperbaiki tanah longsor yang menimpa badan jalan provinsi ini.

“Kita ketahui ada Dinas Bina Marga Dinas PU Provinsi di wilayah ini, jadi kita harapkan agar alat berat standbay di tempat agar longsor bisa teratasi dengan cepat.

Kalau tidak kita khwatir longsor yang berlarut-larut tidak diatasi berakibat pada tergangungnya perekonomian masyarakat di wilayah Pantai Barat serta banyaknya pungutan liar menyebabkan munculnya ekonomi biaya tinggi,” terangnya.

Rawan longsor bukan hanya terjadi di jalan menuju wilayah Pantai Barat Madina namun beberapa jalan kabupaten yang ada di Madina juga terjadi rawan longsor seperti Kecamatan Panyabungan Timur dan Pakantan.

Selasa (16/3) terjadi dua titik longsor di Kecamatan Panyabungan Timur, dan longsor juga terjadi di Jalan Lintas Sumatera terutama di Kecamatan Muara Sipongi, Kotanopan dan Maga serta Laru Tambangan seperti yang terjadi pada Senin (15/3) antara Kecamatan Maga dan Laru Tambangan longsor yang menutupi Jalan Lintas Sumatera. (sah)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Radja Nainggolan: Saya Bukan Tentara Bayaran!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*