Curhat Pedagang PKL Kota Sidimpuan: Kami Setuju Pindah, tapi Sediakan Tempat Murah

Para Pedagang di seputaran Jalan Thamrin, Psp, saat mengutarakan isi hati dan mengharapkan kebijakan yang baik bagi kelangsungan hidup mereka, Rabu (27/8).

SIDIMPUAN – Rencana Pemko Padangsidimpuan untuk menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di seputaran Pasar Sangkumpal Bonang, mendapat berbagai respon dari para pedagang. Ada yang bersikeras agar tetap diberi izin berjualan, ada juga yang mau dengan catatan pemerintah menyediakan tempat, ada juga yang pasrah.

“Kami ini hanya pedagang kecil, jualan pun dengan modal kecil, mana sanggup kami menyewa tempat apalagi toko hanya untuk berjualan seperti ini. Hasil dari jualan hanya cukup untuk biaya hidup sehari. Dapat hari ini, habis hari ini juga,” keluh Fatimah boru Batubara (55, kepada Metro Tabagsel, Rabu (27/8).

“Saya sudah 25 tahun hidup dan menghidupi keluarga saya dengan berdagang seperti ini, kalau kami ditertibkan, mau ke mana lagi kami berjualan? Apalagi buat makan kami?” lanjut warga Kampung Darek ini, seraya menjajakan buah-buahan dagangannya.

Apapun ceritanya, sambung Fatimah, ia ingin tetap berjualan di sana dengan janji hanya menggunakan trotoar dan bagian depan rumah milik warga yang ditumpanginya.

“Pastinya saya ingin terus berjualan di sini. Saya mohon kepada Bapak Walikota (Andar Amin Harahap, red) bisa mendengar curhatan kami ini, paling tidak beri solusi yang baik kepada kami. Kami yakin Bapak adalah orang yang bijak dan peduli kepada nasib kami dan keluarga kami,” harapnya dan diamini pedagang lainnya.

Baca Juga :  Tim 18 Harus Awasi Realisasi PNPM di Sipirok

Hal yang sama juga diucapkan pedagang lainnya, seperti Juni Boru Nasution (28). Menurut pedagang kelapa ini, meski sudah bolak balik menjadi target petugas Satpol PP, namun demi menghidupi keluarga, mau tidak mau mereka harus terus berjualan.

“Kami tahu kalau berjualan memakai badan jalan itu salah, tapi mau bagaimana lagi, mau nyewa tempat yang bagus kami tidak punya uang, maunya pemerintah menyediakan tempat yang murah dan layak juga tidak melanggar peraturan, biar kami pun kami bisa berjualan dengan nyaman di sini,” sebutnya.

“Kami setuju untuk ditertibkan tapi sediakan tempat kami di sekitar sini. Jangan di tempat lain, karena sudah banyak pelanggan kami yang datang membeli ke mari. Kalau dipindahkan ke Sadabuan atau Padangmatinggi kami tetap tidak mau,” tegas wanita yang sudah bertahun-tahun berdagang kelapa dan sayur-mayur itu.

“Iya, kalau begitu kami juga mau,” disambut pedagang lainnya. Sementara itu Taing (50), perempuan yang juga sudah puluhan tahun berjualan sayur di persimpangan Jalan Patrice Lumumba-Jalan Mangga ini mengaku pasrah jika pihak Pemko akan menertibkan mereka.

“Ya kalau sudah begitu rencananya, mau bagaimana lagi, terpaksalah cari tempat yang lain atau cari usaha yang lain. Apalagi kami ini kan hanya pedagang kecil, orang awam, jika sudah itu katanya (pemerintah,red) mau tidak mau ya harus diikuti,” akunya pasrah sambil menawarkan dagangan sayurnya yang masih menumpuk. (yza)

Baca Juga :  Melintasi Sosa, Supir Truk Ngaku Diperas Warga

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. bakal banyak pihak yg akan di rugikan di sini…
    Kenapa….????
    Bayangkan saja…
    Mereka berjualan di situ tidak gratis loh…
    Ada pungutan perhari mereka berdagang…
    Truzzzz…
    Yg memungut menyetor ke atas…
    Otomatis….
    Ada pegawai di atas yg memiliki gaji per bulan…
    Truzzzz…
    Para pedagang ruko juga akan terkena imbasnya…
    Misalkan… Ruko yg berjualan sembako…
    Awalnya ibu2 yg mau belanja niatnya cuman mau beli cabai atau sayuran yg ada di badan jalan…
    Namun karna melihat ruko jualan sembako,, jadi dia ingat untuk beli minyak,, sabun,,, dll
    untuk pemerintah…
    Bijak lh dalam bertindak,,,
    selalu perhatikanlah rakyat mu yg ada di bawah…
    Karna perhatian mu sangat bermanfaat bagi mereka…..
    Itulah inti mengapa mereka menunjukmu untuk duduk di atas,,, karna mereka percaya dan yakin pada mu bahwa kau mampu mengayomi bawahan mu…..
    🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*