Daerah Minta Gubernur Dipilih DPRD

Jakarta, Padek—Pem­ba­ha­san rancangan undang-un­­dang pemilihan kepala da­erah (RUU pilkada) belum memasuki pasal-pasal. Meski begitu, suara-suara daerah ter­nyata menunjukkan du­ku­ngan agar pemilihan gu­ber­nur ditetapkan melalui pi­lihan fraksi di DPRD pro­vinsi.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi II DPR Nurul Arifin di gedung parlemen, Jakarta, Jumat (6/7) lalu. Dalam rapat dengar pen­dapat bersama Komisi II DPR, seluruh asosiasi pemerintah daerah yang terdiri atas Apeksi, Apkasi, APPSI, ADPSI, Adkasi, dan Adeksi ber­sepakat dengan me­ka­nis­me pemilihan gubernur/wakil gubernur oleh DPRD. “Dengan berbagai argu­men­tasi, mereka mendukung usul pemerintah,” katanya.

Menurut Nurul, para wa­kil asosiasi pemda yang se­ngaja diundang komisi II itu menilai pemilihan gubernur lebih baik dilakukan DPRD. Pemilihan oleh DPRD akan mengurangi risiko konflik dan cost politik. “Mereka beranggapan gubernur yang terpilih (melalui DPRD) akan lebih berkualitas,” ujarnya.

Masing-masing merujuk pada pasal 18 ayat (4) UUD 1945 bahwa gubernur, bu­pati, dan wali kota masing-ma­sing sebagai kepala pe­me­rintah daerah provinsi, kabu­paten, dan kota dipilih secara de­mokratis. Namun, di ting­kat kabupaten/kota, mereka meminta dipilih secara lang­sung. “Sementara asosiasi DPRD kabupaten malah meng­inginkan dipilih me­lalui DPRD mulai gubernur maupun bupati/wali kota,” ujar Nurul.

Wakil asosiasi daerah, kata dia, juga berpandangan pemi­­lihan gubernur di DPRD ha­rus se­­paket dengan Wa­gub. Menu­rut mereka, bila ti­­dak dilaku­kan sepaket, akan rentan kon­flik dengan gu­ber­nur terpilih.

Baca Juga :  2012, Waspadai Korupsi Politik Jelang Pemilu!

Terkait dengan pasal la­ra­ngan dinasti politik yang di­­u­sulkan pemerintah, para wa­kil asosiasi pemda justru ber­pendapat berbeda. Me­reka menolak pasal itu dan meminta hak memilih dan di­pilih setiap warga negara te­tap dijamin dalam UU Pil­kada. (bay/c5/agm/jpnn)

JPNN.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*