Daftar Peserta MTQN Harus Pakai Akta Lahir

SIPIROK-Akta Kelahiran menjadi salah satu syarat utama dalam proses pendaftaran bagi para peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-44 Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel.

“Khusus untuk perlombaan tertentu terutama yang usianya dibatasi, maka setiap peserta harus melampirkan foto copy Akta Kelahiran. Hal ini untuk menghindari masalah usia dibelakang hari,” ujar Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sipirok, Hamdan Siregar, usai musyawarah pembentukan panitia penyelenggara MTQN ke-44 Kecamatan Sipirok, di Balai Desa Sipirok, Selasa (17/1).

Disamping itu, sambung Hamdan, tujuan Akta Kelahiran sebagai salah satu syarat utama, agar peserta dalam kategori usia pada setiap perlombaan tidak sampai melewati batasan usia dihitung hingga bulan April 2012. “Misalnya pada kategori usia 12 tahun, maka batas usianya tak boleh melewati 12 tahun pada April 2012 mendatang. Ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan dikemudian hari, sekaligus menertibkan administrasi peserta,” terangnya.
Hal lainnya, sebut Hamdan, peserta yang mendaftarkan diri harus membawakan nama desa atau sekolah.

“Kalau selama ini ada peserta yang mendaftar dengan membawakan nama masjid, maka tidak diperkenankan lagi. Jadi harus membawa nama desa atau kelurahan masing-masing. Karena, pada dasarnya awal dari semua kegiatan MTQ adalah dari desa masing-masing, tapi kalau sekolah, masih kita ijinkan untuk kali ini,” sebut Hamdan.

Rencananya, ucap Hamdan, MTQN ke-44 Kecamatan Sipirok digelar selama 3 hari, mulai 17 Februari hingga 19 Februari 2012 mendatang berlokasi di Kelurahan Sipirok Godang.

Baca Juga :  DPRD Sumut Sepakat Lakukan Pemekaran Mandailing Natal

Hadir dalam musyawarah pembentukan panitia penyelenggara MTQN ke-44 Kecamatan Sipirok tersebut yaitu unsur muspika Kecamatan Sipirok, MUI, instansi dan perusahaan BUMN dan swasta, para Kepala Desa (Kades), Kepala Sekolah (Kasek) dan unsur lainnya. Dalam musyawarah, terpilih sebagai Ketua Panitia, Abdul Rahman dengan Sekretaris, Fahrijal Piliang dan Bandahara Nusyiah Siregar. (ran)

www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*