Daging Merah Olahan Ancam Kesehatan Jantung

Dallas – Daging merah olahan adalah produk yang diawetkan melalui proses pengasapan, pengasinan, atau penambahan bahan kimia pengawet. Produk ini beredar di pasaran dalam bentuk sosis, lembaran daging, atau dalam kemasan khusus. Mengkonsumsi daging olahan bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan kematian.

Studi yang dimuat dalam jurnal Asosiasi Jantung Amerika, 12 Juni 2014, menunjukkan bahwa mengkonsumsi daging merah olahan membahayakan kesehatan jantung. Daging merah olahan biasanya mengandung sodium, nitrat, fosfat, dan zat aditif lain. Daging asap dan panggang juga mengandung polutan Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) yang berbahaya bagi jantung.

“Daging segar umumnya bebas dari zat aditif makanan dan tingkat sodiumnya rendah,” kata Alicja Wolk, profesor dari Institute of Environmental Medicine di Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia.

Untuk mengetahui pengaruh daging merah olahan, para peneliti melakukan riset selama 12 tahun sejak 1998, melibatkan 37.035 pria berusia 45-79 tahun. Para partisipan itu tidak memiliki sejarah penyakit jantung atau kanker. Mereka mengisi kuesioner tentang asupan makanan dan gaya hidup. Peneliti terus memantau mereka hingga akhir studi pada 2010.

Pada akhir studi, peneliti menemukan ada 2.891 pria yang didiagnosis menderita kegagalan jantung, 266 di antaranya meninggal dunia. Partisipan yang mengkonsumsi 75 gram atau lebih daging merah olahan dalam sehari punya risiko 28 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung dibanding mereka yang memakan sekitar 25 gram atau kurang.

Baca Juga :  Mengapa Gampang Sariawan Saat Puasa?

Mereka yang memakan daging olahan punya risiko dua kali lipat lebih besar meninggal akibat serangan jantung. Setiap penambahan 50 gram daging merah olahan per hari, risiko serangan jantung naik 8 persen dan potensi kematian meningkat 38 persen. Adapun tingkat risiko serangan jantung dalam kelompok yang memakan daging segar tidak meningkat.

Joanna Kaluza, asisten profesor dari Department of Human Nutrition, Warsaw University of Life Sciences, Polandia, mengatakan menghindari daging merah olahan bisa mengurangi risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya. Membatasi konsumsi daging merah olahan hanya satu atau dua kali per minggu juga bisa memperkecil risiko serangan jantung. “Perbanyak makan buah, sayuran, produk gandum, kacang, dan ikan,” kata Kaluza. /tempo.co

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*