Dahlan: Apa kita balik ke Bandara Polonia saja?

Bandara Kuala Namu beroperasi. ©2013 Merdeka.com

Hari pertama operasional Bandara Kuala Namu bisa dikatakan sedikit kacau lantaran masih ada beberapa bagian yang belum siap. Penumpang pun mengeluhkan kacaunya hari pertama operasional bandara. Belum lagi mulai ada wacana menaikkan Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax di Bandara Kuala Namu.

Semua itu membuat kuping panas. Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak mau berkomentar panjang mengenai tingginya rencana airport tax atau PSC (Passanger Service Charge) di Kuala Namu. Dahlan hanya bisa berkata bahwa penetapan PSC harus sebanding dengan layanan bandara yang saat ini sudah meningkat jauh dibandingkan pelayanan di Bandara Polonia.

Angkasa Pura II sebagai pengelola Kuala Namu mengusulkan airport tax Kuala Namu sebesar Rp 100.000 sekali terbang untuk penerbangan domestik. Jika disetujui Kementerian Perhubungan, airport tax di Bandara Kuala Namu akan tercatat sebagai yang termahal di antara bandara-bandara yang ada di Indonesia.

Dahlan menyerang balik kritikan akan mahalnya airport tax Kuala Namu dengan mengajak masyarakat membandingkan kualitas Kuala Namu dan bandara sebelumnya yakni Polonia. “Memang mau anda berapa (Airport Tax)? Apa kita balik saja ke bandara lama saja. Apa kita balik saja ke Polonia?,” kata Dahlan ketika ditanya wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7) malam.

Dalam pandangan Dahlan, airport tax sebesar Rp 100.000 cukup sebanding dengan pelayanan bandara yang bisa dinikmati oleh calon penumpang pesawat. “Rp 100.000 tarif ya lumayan lah. Mau murah apa mau balik polonia saja,” kata Dahlan singkat.

Baca Juga :  IPO Krakatau Steel - Amien: Kita seperti Bangsa Dungu

Sebelumnya, Bandara Kuala Namu mulai resmi beroperasi kemarin, Kamis (25/7). Bandara yang terletak di Deliserdang, Medan, digadang-gadang bakal menjadi salah satu bandara terbaik di dunia. Namun, operasional hari pertama terbilang kacau. Bahkan ada yang membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan malu.

Pandangan Dahlan tertuju pada pos pengamanan bandara. Hari pertama operasional Bandara Kuala Namu, Dahlan mengaku malu dengan kondisi pos pengamanan bandara yang disiapkan pihak kepolisian untuk menjaga keamanan bandara.

Protes itu disampaikan Dahlan Iskan kepada Dirut PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko dan Kapolres Deli Serdang AKBP Dicky Patrianegara saat soft operasional di Bandara Kuala Namu. Dahlan malu karena pos pengamanan tersebut hanya terbuat dari triplek atau kayu yang dipakukan pada kayu yang berdiri. Jika tidak ada tulisan “Pos Pengaman Operasional Bandara”, mungkin tidak ada yang mengira bahwa pos tersebut adalah pos pengamanan.

Dahlan Iskan mengatakan bentuk bangunan pos pengamanan yang terbuat dari kayu triplek tersebut tidak sesuai dan tidak sebanding kemegahan Bandara Kuala Namu. “Masa bandara secantik ini diwarnai bangunan seperti itu,” katanya di Medan.

Selain itu, dari pantauan merdeka.com, kekacauan juga terlihat dari panjangnya antrean di lokasi check in penerbangan. Calon penumpang menyatakan ada masalah pada sistem konveyor bagasi. Sejumlah kekurangan dan ketidaksiapan lainnya terlihat dari akses jalan utama yang belum rampung. Pun, pada jalur alternatif menuju bandara tersebut yang umumnya masih buruk.

Baca Juga :  Soal Pendataan Guru Honor Kabupaten Simalungun, Disdik Dituding Pembohong

Kedua, penerangan dan rambu penunjuk arah jalan. Ketiga, bandara ini masih dilakukan penyempurnaan fisik. Pekerjaan yang paling kentara terlihat di stasiun kereta bandara. Pengelasan dan aktivitas pekerjaan paling banyak terlihat di sana. Suara bising dan debu dari pekerjaan itu membuat Bandara Kuala Namu kurang nyaman. Bau debu paling terasa begitu penumpang memasuki sarana pengganti Bandara Polonia ini.

Merdeka.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*