Dahlan Dinilai Gagal Pimpin Pemerintahan

Dahlan Hasan Nasution

MADINA – Munculnya berbagai permasalahan di internal Pemkab Madina dinilai sebagai kegagalan Dahlan Hasan Nasution memimpin pemerintahan. Salah satu contoh kegagalan itu sepinya pegawai hampir setiap hari di Kawasan Perkantoran Pemkab Madina.

Demikian disampaikan Ketua Komunitas Pekerja Sosial Masyarakat (KPSM) Madina, Ahmad Suheri Nasution SSos, Senin (16/6). Menurut Suheri, setahun merupakan waktu yang lama dalam upaya memperbaiki sistem pemerintahan dan pembangunan yang lebih baik.

Namun, menurut Suheri, setahun masa kepemimpinan Dahlan Hasan masih minim prestasi dan belum ada hal yang membanggakan. Bahkan sebaliknya yang terjadi adalah permasalahan yang semakin banyak seperti CPNS 2013 Madina yang belum diumumkan. Dan juga permasalahan perusahaan perkebunan dengan masyarakat Pantai Barat Madina.

“Setahun adalah waktu yang cukup untuk memperbaiki sistem yang lebih baik jika dilaksanakan dengan baik juga. Mestinya masa setahun itu sudah ada terobosan-terobosan baru untuk pembangunan Madina yang lebih baik dan bisa menjawab harapan masyarakat. Ironisnya sampai sekarang kita sama-sama melihat Dahlan Hasan belum bisa memberikan kebanggaan bagi masyarakat, bahkan yang ada hanyalah keluhan,” ujar Suheri.

Mengenai seringnya keluhan masyarakat mengenai lemahnya kinerja pegawai di lingkungan Pemkab Madina yang dikuatkan dengan Perkantoran Pemkab Madina di Payaloting yang sepi pegawai, menurut Suheri, itu salah satu ketidaktegasan Plt Bupati Madina Dahlan Hasan selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Baca Juga :  Petugas Kesehatan Harus Berikan Pelayanan Terbaik

“Ketidaktegasan bupati pada bawahannya sangat berakibat buruk terhadap pelayanan pemerintah terhadap masyarakat. Hal ini bisa dilihat rendahnya kinerja pemerintahan dalam memberikan pelayanan dengan alasan yang tidak jelas.

Kami mengalami sendiri, pelayanan pegawai Pemkab Madina banyak membuat kecewa. Untuk itulah, dalam upaya memanajemen birokrasi yang lebih baik dibutuhkan keuletan pimpinan pemerintahan dalam membina pegawainya, dalam hal ini peran Sekretaris Daerah juga sangat dibutuhkan, agar kinerja pemerintahan tidak terkesan sepele,” jelasnya.

“Kita selaku masyarakat merasa cemburu jika kepala daerah lain mendapat prestasi, seperti Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu yang mendapat penghargaan satyalancana pembangunan dari Presiden RI. Madina kapan lagi? Dan masyarakat kapan bisa merasakan apa yang dijanjikan Dahlan yaitu membawa Madina lebih baik ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu Sekda Madina HM Yusuf Nasution yang dihubungi melalui telepon selulernya tadi malam menyebutkan, tidak mengetahui mengenai masalah ini, terutama penilaian tentang kegagalan Dahlan Hasan memimpin pemerintahan.

“Inda uboto sanga aha indikatorna adong penilaian penurunan (Saya tidak tahu apa indikator adanya penilaian seperti itu),” jawabnya melalui pesan pendek.

Disinggung Perkantoran Pemkab Madina yang sepi pegawai hampir setiap hari, dan kebanyakan pegawai ini di tempat umum di seputaran Kota Panyabungan, sehingga terkendala dalam pelayanan kepada masyarakat, Sekda Madina ini pun memberikan jawaban.”Ulala sampe sannari lancar do palayanan. Kira-kira contoh na aha ma na tarkendala.(Kurasa sampai sekarang masih lancar pelayanan. Kira-kira apa contoh yang terkendala itu),” kata sekda lagi. (wan)/METROSIANTAR.com,

Baca Juga :  Bupati Madina Ajukan RAPBD Tahun 2011 Sebesar Rp. 574,15 Miliar

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*