DAK Rawan Dikorupsi

Lakukan Pengawasan
Karena menyangkut peningkatan mutu pendidikan di sekolah, pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan fisik dan non fisik di Tapsel sebesar Rp20 miliar lebih, tahun 2011 perlu diawasi. Pelaksanaannya sangat rawan dikorupsikan

Hal ini ditegaskan pengamat publik, Arman Badrisyah Hasibuan kepada METRO, Minggu (20/11). “Karena Tapsel mendapatkan DAK sebesar Rp20 miliar lebih, maka perlu pengawasan yang ketat. Jika tidak, sangatlah rawan dikorupsikan,” katanya.
Katanya, bisa saja pengawasan pekerjaan DAK ini kurang diperhatikan, karena yang akan diawasi ada dua proyek yaitu pelaksanaan fisik dan non fisik pembangunannya bersamaanb. Maka, pengawasan bukan saja dari pemerintah tepai juga dari seluruh elemen masyarakat.

Harapannya jika pelaksanaannya DAK berjalan baik, maka sarana dan prasarana maupun mutu pendidikan sekolah di Tapsel akan semakin baik mutunya, karena tahun ini ada dua sumber dana yang dipergunakan untuk memperbaiki sarana dan mutu sekolah-sekolah di Tapsel.

Kemudian kepada penyelanggara proyek yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Tapsel, Arman Badrisyah Hasibuan meminta agar pekerjaan para rekanan benar-benar diawasi, agar pekerjannya sesuai yang dirancang dan tidak neko-neko. “Jika masyarakat atau elemen lainnya menemukan pelanggaran, segera laporkan kepada aparat hukum agar diberikan tindakan. Hal ini mengingat pengalaman dari tahun tahun sebelumnya, pelaksanaan proyek DAK pendidikan selalu bermasalah dan berujung pada penindakan hukum. Ini menandakan bahwa pelaksanaan proyek di Kota Psp rawan dikorupsikan,” ingatnya.

Baca Juga :  Terkait Kasus Rahudman Harahap (Walikota Medan); Sejumlah Pejabat/Mantan Pejabat Pemkab Tapsel Mulai Diperiksa Kejatisu

Untuk TA 2011 ini, Tapsel mendapatkan DAK Bidang Pendidikan untuk peningkatan mutu sebesar Rp20 miliar lebih untuk 127 SD dan 24 SMP.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tapsel, Drs Marasaud kepada METRO beberapa waktu lalu melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ridwan Hasibuan dan Pejabat Pelaksana Tekhnis Komitmen (PPTK), M Taufik Hidayah membenarkan, tahun 2011 Tapsel menerima dana DAK bidang pendidikan non fisik atau untuk peningkatan mutu sebesar Rp20 miliar lebih yang nantinya akan dipergunakan untuk pengadaan buku pelajaran, pengadaan peralatan atau peraga buku mata pelajaran, peralatan atau peraga tekhnik informasi dan komunikasi, laboratorium bahasa untuk SMP dan lainnya.

“Tahun 2011 ini Tapsel mendapatkan dana DAK bidang pendidikan non fisik untuk peningkatan mutu pendidikan sebesar Rp20 milliar lebih dengan rincian luncuran tahun 2010 lalu untuk 38 SD sebesar Rp6,8 miliar, tahun 2011 untuk 89 SD sebesar Rp11,056 miliar dan 24 SMP sebesar Rp2,2 milliar yang dialokasikan untuk pengadaan buku pelajaran, pengadaan peralatan atau peraga buku mata pelajaran, peralatan atau peraga tekhnik informasi dan komunikasi, laboratorium bahasa untuk SMP dan lainnya,” jelas keduanya.

Kata mereka direncanakan DAK untuk non fisik ini akan mulai dilaksanakan pada tanggal 22 November mendatang. (phn/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Penangkapan Warga Batangtoru Malapetaka Bumi Tapsel

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*