Dalam Sepekan, 3 Titik Longsor Terjadi di Tapsel

Rabu, 10 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

Dalam sepekan terakhir ini, setidaknya telah terjadi tiga longsor di wilayah berbeda di Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Sehingga sekitar 14 rumah rusak, 3 tewas, dan 3 korban belum ditemukan. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Demikian disampaikan Camat Angkola Selatan, Hamdy S Pulungan kepada METRO, Senin (8/2).

Dikatakannya, longsor yang pertama terjadi di Dusun Aek Gambir, Kelurahan Pardomuan, Kamis (4/2) lalu sekira pukul 20.00 WIB kemarin menyebabkan tiga warga meninggal, 3 lainnya masih belum ditemukan, 1 orang selamat, dan setidaknya 10 rumah rusak berat karena tertimbunan longsoran tanah.

Kemudian longsor juga terjadi di Dusun Tapian Nauli, Kelurahan Simarpinggan, Sabtu (6/2), menyebabkan satu rumah milik F Halawa (38) rusak. Tidak ada korban jiwa, namun rumah milik Halawa hancur dan membuat 4 jiwa pengisinya tidak bisa menempati rumah semi permanen tersebut untuk sementara.

Selanjutnya longsor juga terjadi di Desa Bina Sari yang menyebabkan 2 rumah rusak dan satu di antaranya rusak total yang juga terjadi, Sabtu (6/2) lalu. Selain itu juga menyebabkan setidaknya 3 jembatan putus akibat diterjang banjir dan tanah longsor. Namun akses tidak terputus karena jalan menuju desa tersebut bisa melalui jalan PT OPM, meskipun agak jauh. Dua rumah tersebut masing-masing milik Edy Pohan (38) yang rusak total dan Ajo Tanjung (50) yang rusak sedang.

Baca Juga :  Insentif Guru PNS Madina Yang Belum Dicairkan Selama 6 Bln Jadi Buah Bibir

Ketika ditanya upaya apa yang sudah dilakukan terhadap kejadian tersebut, dikatakannya untuk yang di Tapian Nauli sudah dievakusi dan saat ini korban dan keluarganya tinggal di rumah kerabatnya. Sedangkan yang di Pardomuan masih terus dilakukan pencarian terhadap korban, Sementara di Bina Sari, diakuinya masih belum ada dilakukan upaya.

“Sudah kita laporkan, tapi prioritas kita adalah yang ada korban jiwanya, dan jika sudah kita ketemukan, baru kita akan lakukan upaya bantuan kepada daerah lain yang juga terjadi bencana longsor,” ucapnya.

Selain itu dirinya juga sangat menyesalkan dan mengutuk PT OPM yang tidak peduli terhadap nasib masyarakat yang terkena bencana yang berada di sekitar PT OPM, padahal menurutnya PT OPM melewati Desa Bina Sari setiap harinya. Dan ketika jembatan putus, PT OPM tidak peduli bahkan, korban longsor juga tidak dipedulikan, padahal seharusnya PT OPM punya andil dalam pemberdayaan terhadap warga sekitar.

“Padahal mereka lewat jalan itu setiap hari, untuk melihat korban longsor saja mereka tidak datang, jangan lagi nanti kalau diminta untuk membantu memperbaiki jembatan yang putus yang juga mereka lewati setiap harinya. Karena saat ini prioritas pemerintah adalah Pardomuan yang ada korban jiwanya, padahal mereka punya beban moral terhadap warga sekitar untuk memberdayakan, dan ini akan menjadi bahan laporan kita kepada Bupati Tapsel, Ongku P Hasibuan,” bebernya.

Baca Juga :  Terkait dugaan keterlibatan salah seorang warga Tapanuli Selatan dalam aksi terorisme di Aceh; Umat Islam di Tapsel Diminta Waspada

Dikatakannya, usai nantinya korban yang di Pardomuan sudah ditemukan, maka upaya bantuan akan dilakukan di Bina Sari dan juga di Tapian Nauli.

“Kita meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati di musim penghujan ini, apalagi wilayah Kecamatan Angkola Selatan memang kerap jadi langganan longsor,” imbaunya. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 13 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*