Dampak Gempa, Trafik XL dan Telkom Melonjak Tiga Kali Lipat

Lokasi gempa (tanda bintang) dengan kekuatan 7,2 SR yang mengguncang provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pada pukul 05.15 WIB, Rabu (7/4). Titik pusat gempa berada di 2.33 LU - 97.02 BT atau 75 km tenggara Sinabang, Aceh. ANTARA/sumber USGS

TEMPO Interaktif, Jakarta Pasca gempa 7,2 skala richter di Aceh dan Sumatera Utara hari ini, jaringan telekomunikasi PT Excelcomindo Axiata (XL) Tbk. dan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk. masih aman. Trafik ke kedua daerah melonjak tiga kali lipat.

Meskipun mereka mengklaim aman dan masih bisa melayani pelanggan, namun mereka harus mempertahankan kesediaan aliran listrik. Head of Corporate Communication XL Febriati Nadira mengatakan jaringan di wilayah Aceh dan Sumatera Utara masih bisa untuk melayani pelanggan.

“Layanan masih normal meski lonjakannya sampai tiga kali lipat dari biasanya, pelanggan kan ingin tahu kabar keluarganya,” kata Febriati Nadira melalui pesan pendeknya, Rabu (7/4).

Sedangkan untuk layanan di Sinabang Pulau Simelue masih agak terganggu karena pemadaman listrik. “Tetapi tim terus berupaya agar Base Tranceiver Station tetap beroperasi dengan bantuan genset,” Nadira menuliskan.

Dia menambahkan tim XL tetap bersiaga dan memantau perkembangan di wilayah tersebut.
XL mempunyai 42 BTS (2G-3G) di Sinabang dan Area Pantai Barat Aceh meliputi Singkil, Aceh Selatan, Nagan Raya, Meulaboh dan Calang. Sedangkan di seluruh Sumatera mencapai 4508 buah.

Jaringan PT Telkom pun masih aman kendati harus menyiagakan suplai listrik. Direktur IT dan Supply Telkom Indra Utoyo mengatakan saat ini tim terus berjaga-jaga. Di daerah Sinabang terdapat empat BTS PSTN dan Flexi. “Secara umum masih aman,tidak ada gangguan. Dengan asumsi listriknya ok,” ujar Indra ditemui usai penandatanganan kerjasama dengan Microsoft di Hotel Shangri-La.

Baca Juga :  Makin Pedas, Harga Cabai Dorong Inflasi di Sumut

Jika gangguan listrik terjadi, maka Telkom akan mengirim genset dari wilayah terdekat. “Bantuan genset dari yang terdekat dari Sumatera Utara, sekarang masih bertahan dengan baterai,” dia menjelaskan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*