Dampak Kabut Asap Dari Dumai Udara Medan Terkena Polusi

MEDAN (Berita) :Kabut asap bercampur abu yang melanda sebahagian besar wilayah di kota Dumai, propinsi Riau dikhawatirkan akan mengganggu kualitas udara di kawasan Medan, Sumatera Utara. Pasalnya, menurut Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan mengatakan, saat ini arah angin dari Pesisir Timur berhembus ke arah Tenggara Riau.
“Posisi Sumatera Utara ini di sebelah Tenggara Riau. Jadi, sangat memungkinkan kulitas udara di daerah Medan dan sekitarnya bisa terganggu karena arah angin dari Dumai berhembus ke arah Sumatera Utara,” ujar Kepala Bidang Data dan Informasi (Datin) BBMKG Hendra Suwarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut dikatakan Hendra, kalau arah angin tersebut diperkirakan akan terjadi hingga akhir minggu mendatang. Artinya, jika kualitas udara di Dumai yang Senin (01/08) lalu berada di atas 150 polutan standar indeks (PSI) terus memburuk akibat kebakaran hutan, maka tidak menutup kemungkinan berdampak bagi kualitas udara di Sumatera Utara.  “Memang dalam satu minggu ini diperkirakan akan ada terjadi hujan, jadi mudah-mudahan tidak begitu terlihat dampaknya,” ujar Hendra lagi.

Dijelaskan Hendra, kalau berdasarkan pengamatan BBMKG Wilayah I Medan saat ini terlihat ada 122 titik api yang tersebar di Propinsi Riau. Artinya, kuat dugaan polusi udara yang melanda kawasan Dumai akibat dari pembakaran lahan dan hutan. Sedangkan di Sumatera Utara, lanjut Hendra terlihat ada 11 titik api yang tersebar diantaranya di Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, Madina dan Tapanuli Tengah. “Selain angin kencang, kebakaran hutan dan lahan masih berpotensi terjadi di sepanjang Agustus ini. Untuk itu masyarakat harus berhati-hati,” pungkasnya.(yen)

Baca Juga :  Dicurigai Sebagai Penculik Anak - Telinga Sugiono Ditebas, Dimassa Hingga Sekarat

www.beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*